• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Kasus Bayi Lahir Cacat di Madina Ada Kemungkinan Karena Kurang Gizi

3 December
17:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Kasus sejumlah bayi lahir cacat di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masih belum dapat disimpulkan penyebabnya. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) masih menunggu hasil pemeriksaan kadar merkuri terhadap air baku di Kabupaten Madina.

Kepala Dinkes Sumut Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, pemeriksaan kadar merkuri air baku di Kabupaten Madina
dilakukan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Kementerian Kesehatan.

Namun ia mengungkapkan, selain kemungkinan karena faktor cemaran merkuri, bayi lahir cacat juga dapat disebabkan karena kekurangan gizi pada ibu hamil.

"Kalau dia pencemaran lingkungan seperti ini, harusnya terjadi dalam satu waktu dan dengan jumlah yang banyak. Tapi ini kan tidak. Namun begitu kita tetap harus menunggu hasil pemeriksaan sample yang sudah dikirimkan ke Jakarta," katanya, Selasa (3/12/2019).

Alwi menjelaskan, masalah gizi kurang pada ibu hamil memang dapat menciptakan kegagalan perkembangan janin dalam rahim. Sehingga  kondisi bayi sangat rentan dilahirkan dalam keadaan tidak normal.

Selain itu, lanjut Alwi, kasus spesifik pencemaran merkuri pernah terjadi di Minimata, Jepang, pada tahun 1958. Namun berbeda dengan Madina, pencemaran merkuri di Minimata Jepang berlangsung dalam jumlah besar dan dengan waktu bersamaan pada banyak orang.

"Tapi bagaimana pun, ini kan masih dalam pengamatan penyebab pastinya apa. Karena kita akan menyelesaikan permasalahnya secara tuntas. Jadi memang kemungkinan gizi ada, kemungkinan pencemaran merkuri juga ada. Kita tunggu saja dulu hasil pasti pemeriksaan lab-nya seperti apa," tandasnya.

Alwi mengatakan bahwa Dinkes Sumut menjadi bagian dari tim yang dibentuk oleh Gubernur Sumut, untuk meneliti apakah ada kaitan cemaran merkuri limbah tambang ilegal dengan cacat pada bayi baru lahir di kabupaten tersebut. Menurutnya, Dinkes akan bekerja sesuai pada bidang kerjanya, yakni dalam hal mencari hubungan penyakit pada bayi lahir dengan limbah kimia tersebut.

Sebelumnya Gubernur Sumut Edy Rahmayadi membentuk tim untuk menutup aktivitas pertambangan ilegal di Madina yang menggunakan merkuri, karena diduga menjadi penyebab cacatnya beberapa bayi baru lahir dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.

Pembentukan tim tersebut menindaklanjuti surat dari Bupati Madina, Dahlan Nasution, tertanggal 15 November 2019. Dalam laporannya Dahlan mengatakan, para dokter menduga bayi cacat itu merupakan dampak dari maraknya pertambangan liar di kabupaten tersebut yang menggunakan merkuri dalam aktivitas pertambangannya. Untuk itu, ia meminta semua pihak agar bertindak menutup aktivitas pertambangan liar tersebut.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00