• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Gubsu Target Januari 2020 Pembangunan Sport Center Dimulai

3 December
17:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Rencana pembangunan kawasan sport centre (pusat olahraga) di Sumatera Utara yang salah satunya untuk persiapan tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024, terus dilakukan pemerintah pusat dan provinsi melalui penyusunan master plan kawasan terpadu sport centre. 

Pemantapan rencana pembangunan sport centre di kawasan Desa Sena, Kualanamu Kabupaten Deliserdang, seluas 300 hektar itu, ditargetkan bisa dimulai pada Januari 2020 mendatang. 

Hal itu dikatakan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada saat paparan tahap pertama penyusunan master plan kawasan terpadu sport centre di Aula Raja Inal Siregar kantor Gubsu, Selasa (3/12) siang. Turut hadir Wagubsu Musa Rajekshah, Bupati Deli Serdang Anshari Tambunan, dan Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis, dan pihak terkait lainnya. 

Dikatakan Edy, penyusunan master plan akan dibahas dalam tiga pertemuan terutama untuk menyamakan persepsi atau konsep dari berbagai pihak untuk pemantapan rencana pembangunan sport centre. 

"Kedua kita ketemu dalam Minggu depan ini, masukan - masukan yang masih kita terima. Nanti yang ketiga baru kita putuskan. Begitu kita putuskan, Januari sudah mulai kerja itu," ucap Gubsu.

Lebih lanjut Edy mengatakan anggaran pembangunan sport centre diperkirakan menghabiskan anggaran hingga 7,5 triliun yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), serta dari investor. Pembangunan Stadion utama sepenuhnya akan menggunakan dana dari APBN. Khusus untuk investor diakui Edy sudah banyak yang berminat, namun pihaknya akan memilih yang paling serius. Mengingat kawasan sport centre rencananya akan menjadi ibukota baru Kabupaten Deli Serdang. 

"Harus langsung, kan ditempat kita. Kan kita yang ngatur. Ada APBN, ada APBD, dan ada investor. Karena itu, dia besar sampai 7,5 triliun. Itu kota barunya Deliserdang nanti. Banyak yang berminat (investor). Tinggal nanti kita lihat yang serius dan yang bonafit. Khusus stadion APBN yang mendanai sekitar 2 triliun. APBD nanti kita hitung," katanya.

Pembangunan sport centre diprediksi akan rampung pada tahun 2023, atau sebelum pelaksanaan PON 2024 saat Sumut dan Aceh menjadi tuan rumah bersama. Terutama mengejar rampungnya stadion utama berkapasitas lebih dari 50.000 penonton. "2023 kita berharap di situ sudah ada gambarannya secara menyeluruh. Tapi, stadion harus selesai karena 2024 dipakai untuk PON," jelas Edy.  

Terkait rencana master plan sport centre, Edy menjelaskan nantinya akan menggambarkan karakteristik (ciri khas) 33 kabupaten/kota di Sumut melalui bentuk ornamen - ornamen bangunan. Termasuk untuk pemberian nama besar kawasan sport centre juga masih butuh pertimbangan yang matang. 

"Menjadikan itu arti penterjemah Sumatera Utara yang pastinya ornamen - ornamen yang ada di 33 kabupaten kota itu ada bisa menggambarkan di sana, sehingga itu adalah Sumut walaupun posisinya berada di kabupaten Deliserdang. Nah, mungkin nama besarnya nanti yang perlu kita pertimbangkan. Mungkin Deli sport centre, kalo Sumut sport centre nanti kita perbandingkanlah. Ini kan belom final," ucap Edy.

Terkait desain sport centre yang akan digunakan, Edy juga menyetujui menyerupai bentuk pohon kelapa sawit yang nantinya susunannya terdiri dari venue - venue dan sarana pendukung. Desain kelapa sawit dinilai memiliki karakteristik yang natural dan pola yang khas. "Setuju, memang bentuknya seperti itu mengantar ke posisi - posisi venue nya masing - masing," tambahnya.

Edy mengatakan dalam penyusunan master plan sport centre kali ini dipercayakan kepada arsitektur PT Penta Rekayasa Priastini Amrita dan teamleader Tuti Zardania. Mereka dipercaya tidak hanya merancang kawasan sport centre sebagai ruang untuk pelaksanaan event olahraga saja, namun juga menjadi pusat pasar penjualan UMKM, Souvenir, dan kunjungan bagi wisatawan lokal maupun asing. Maka, gedung yang dibangun di kawasan sport centre juga dikemas dengan konsep budaya asli Sumut seperti Melayu, Batak, Karo, dan etnis asli Sumut.

"Jadi arsitektur ini bukan baru ketemu sekarang. Dia masih menterjemahkan maunya kita. Nanti ada UMKM - UMKM di situ. Ada tempat souvenir - souvenir di 33 kabupaten dan kota di situ. Ads kopi - kopi di situ. Ada semua item. Nanti di situ, UMKM kita yang bergerak di situ. Karena itu kan tidak hanya di pakai pada saat PON atau event sport, tidak. Dia tourism mau datang kesana untuk lihat Sumut ada di situ. Karena lengkap nanti disitu. Ada jenis makanannya, ada jenis tanamannya. Ada jenis budaya - budayanya di situ," harap Edy. 

Demi mempermudah akses menuju sport centre yang berjarak 5 kilometer dari bandara Kualanamu itu, Edy mengusulkan bakal dibangun stasiun kereta api yang menghubungkan sport centre menuju Kualanamu dan Medan. Termasuk kawasan milter garden sebagai cadangan paru - paru dunia. 

"Saya minta diperbesar karena kan disitu di depan utaranya satu hektar ada kereta api. Saya ingin bikin stasiun kereta api khusus sport centre itu. Disampingnya itu seberangnya milter garden. Milter garden ini saya juga minta 400 hektar itu. Loh, saya bisa dapat 400 hektar di situ, itu juga salah satu kegiatan masyarakat kita ada di sana. Samping paru - paru dunia yang kita kembangkan di situ. Paru - paru Indonesia dan paru - paru Sumut. Yang paling penting adalah cadangan tanah anak cucu kita nanti itu," beber Edy. (Joko Saputra)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00