• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PEMILU 2019

23 Orang Ditetapkan Tersangka Paska Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan

18 November
13:44 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Petugas kepolisian sudah menetapkan 23 orang terduga terorisme sebagai tersangka pada aksi bom bunuh diri di Markas Komando Polrestabes Medan, Rabu (13/11) lalu. Kini, 23 dari 46 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, telah diamankan di Mapolda Sumut. 

Kapolda Sumut, ‎Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan bertambahnya tersangka ini, Agus menjelaskan setelah lima orang terduga terorisme berhasil diamankan tim gabungan dari Densus 88 Anti Teror dan Polda Sumut dengan perincian ti‎ga orang diamankan di Kota Medan dan dua menyerahkan diri ke Polsek Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang.

"Sampai saat ini sudah 23 tersangka  yang berhasil diamankan. Kemarin 18 sekarang tambah lima dari lima tersangka. Dua diantaranya menyerahkan diri tadi malam didampingi kepling ke polsek Hamparan Perak," sebut  kepada wartawan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Senin (18/11).

Berdasarkan dari 23 tersangka itu, diantaranya 5 tersangka berjenis kelamin wanita dan 18 pria. Dari 5 wanita tersebut, salah satunya ada DA istri dari Muslim Nasution alias Dedek  (24), pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan, pekan lalu. Selain itu, Agus mengatakan juga mengamankan sejumlah barang bukti disita petugas kepolisian dari rumah pelaku. Seluruh tersangka, ada ditahan di Mako Polda ‎dan Mako Brimob Polda Sumut.

Lima tersangka yang diamankan dari menyerahkan diri, kelimanya masing - masing Wahyunus (38), Dedi Sanjaya (31), Izul Fitri (37), Dedi Suhendra (43). Sementara yang ditangkap Andi Hermanto (33).

“lima tersangka itu ada senjata rakitan, senapan angin, ada panah yang ada rumbainya itu. Kemudian ada senjata tajam sangkur yang disita dari hasil pengegeledhan terhadap tempat tinggal para pelaku. Tiga di Medan dan dua di polsek hamparan Perak. Dari hasil pengembangan siapapun yang masuk dalam kelompok jaringan ini akan dilakukan upaya untuk memberikan rasa aman bagi warga Sumut," kata Agus.

Para tersangka terduga teroris ini merupakan kelompok JAD pimpinan Y. Para kelompok JAD ini melakukan latihan di gunung Sibayak, Berastagi, Kabupaten Karo. 

“Perkembangan ilmu dan teknologi sangat luar biasa. Jadi sekarang ini tidak mesti harus melalui imam – imam di Indoneisa, tetapi langsung belajar dari media sosial. Ini merupakan PR kita bersama untuk apakah kita merasa ini ancaman, apakah ini membahayakan bagi kita dan keluarga di lingkungan kita," kata Kapolda.

“Kalau ada kelompok yang eksklusif dan tidak mau berinteraksi dengan masyarakat, anti pemerintah, dan sering menyiarkan berita yang belum jelas kebenarannya. Mohon laporkan ke aparat pemerintah TNI/ Polri, Babinsa dan babinkamtibmas sehingga sejak dini kita bisa antisiapsi pergerakannya," jelasnya.

Dikatakan Kapolda, saat ini 23 tersangka sudah ditahan di Mapolda Sumut. “Pelaku sudah ditahan di Mapolda. Jadi, kebetulan kita punya ruang tahanan. Penanganannya oleh tim penyidik gabungan densus 88 dan polda sumut. Penahananan sementara dititip di rutan polda sumut. Karena jumlah cukup banyak ini. Mungkin pada saatnya bapak Kapolri mungkin dari humas Mabes Polri akan datang ke sumut untuk mengekspos lebih lengkap hasil dari pada penindakan dan penyembangan daripada kasus yang terjadi di Mapolretabes kota Medan,” kata Kapolda Sumut. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00