• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Densus 88 Tembak Mati Dua dari Tiga Terduga Teroris di Hamparan Perak

16 November
19:34 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Tim Densus 88 anti - teror Mabes Polri bersama Polda Sumut berhasil menambak mati 2 (dua) dari 3 (tiga) terduga teroris, pada peristiwa baku tembak di Kawasan Jalan Desa Kota Datar, Dusun I Kikik, Kecamatan Hamparan Perak, Kabuapten Deli serdang, Sabtu (16/11) siang.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, peristiwa baku tembak tim Densus 88 anti teror dengan terduga teroris terjadi pada pukul 10.50 WIB. Pada saat dilakukan penangkapan, terduga teroris sempat melakukan perlawanan dengan senjata tajam.

“Pada saat tadi jam 10.50 wib, di Hamparan Perak telah terjadi  penangkapan terhadap tiga pelaku jaringan atas kasus peledakan bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan. Pada saat dilakukan penangkapan tersebut, mereka melakukan perlawanan dengan senjata tajam. Sehingga saat dilakukan penangkapan dua diantara tiga meninggal dunia setelah diamankan oleh anggota yang mengamankan,”ucap Kapolda Sumut di RS Bhayangkara Medan.

Sementara satu pelaku yang masih hidup juga sudah diamankan ke Mako Brimob Polda Sumut untuk dilakukan pemeriksaan. “Kepada satu tersangka yang diamankan pada saat di Hamparan Perak sudah diamankan di Mako Brimob untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Agus.

Selain terduga teroris, jenderal bintang dua itu mengungkapkan satu anggota Densus 88 juga mengalami luka tusukan di bagian pinggang dan paha dengan dalam hingga 4 sentimeter. Kini, personel mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Medan dan telah dilakukan operasi untuk proses pemulihan.  “Pada saat itu satu anggota mengalami luka di bagian pinggang dan di paha. Luka tusuk sedalam 4 senti dan sekarang sudah mendapat perawatan di rumah sakit Bhayangkara Medan dan sudah dioperasi dan sudah di sekarang proses pemulihan,” kata Agus.

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, tiga terduga teroris yang sempat baku tembak dengan Densus 88 berinisial A, K, dan P. Selain senjata tajam, mereka juga membawa senjata api rakitan berkaliber 22 milimeter. “Inisialnya A dan K dan P. Ya mereka membawa senjata api rakitan 22 milimeter. Ini adalah justru yang merakit yang selama ini dengan teman – temannya,” jawab Kapolda.

Terkait peran dari dua terduga teroris yang meninggal dunia, kapolda menegaskan peran mereka adalah perakit bom di Polrestabes Medan 13 November lalu. “Dua orang yang meninggal ini kan sebagai perakit bom. Yang lain juga saling membantu. Ini kan satu dua hari orang langsung bisa jadi pengantin. Artinya selalu waspada,” jelasnya.

Saat ini dikatakan Agus, sudah ada tiga jenazah terduga teroris yang berada di rumah sakit Bhayangkara Medan dan sebagian telah dilakukan proses autopsi di laboratoris Bhayangkara. Kapolda berpesan kepada keluarga terduga teroris yang meninggal, untuk segera datang ke RS Bhayangkara untuk pencocokan dengan jenazah pelaku.  “Jenazah di RS sekarang ada tiga dan sudah dilakukan pemeriksaan Laboratoris terhadap mereka, nanti akan dkembalikan kepada keluarganya. Jadi, mohon kepada keluarganya untuk datang ke RS Bhayangkara Medan mungkin di cek dari DNA dan sebagainya,” ucap Kapolda.

“Di seluruh Indonesia sekaran ini juga sedang dilakukan penangkapan. Jadi, banyak mereka menyebar dimana - mana. Memang mereka ada di sekitar kita. Mohon waspada kepada masyarakat kalo ada kelompok – kelompok yang eksklusif kemudian tidak mau bersosialisasi, kemudian hal yang bertentangan dengan negara mereka persoalkan, itu harus disampaikan kepada pemerintah setempat,” tambah Kapolda.

Agus mengatakan, masih adanya teror yang dilakukan sejumlah jariangan teroris merupakan bagian dari jaringan lama untuk kembali menunjukkan eksistensinya. Agus berpesan kepada semua masyarakat untuk sama – sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar seluruh aktivitas bisa kembali normal.

“Mereka ini kan berbaiat langsung dengan ISIS kan. Abu Bakar kan meninggal tuh, diganti pemimpin baru ini adalah bagian dari pada untuk menunjukkan eksistensi mereka tetap ada. Artinya kalau menurut saya ini Indonesia kan milik kita. Sumut  ini kan milik kita. Kalau kampung kita sendiri jangan diganggu lah. Yok, kita jaga keamanannya dan ketertibannya agar kita bisa beraktivitas normal,” jelasnya. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00