• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Densus 88 Amankan Guru Ngaji Dan Istri Syafri Paska Ledakan Bom di Polrestabes

15 November
19:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Tim gabungan Densus 88 anti teror Mabes Polri akhirnya selesai melakukan penggeledahan di kawasan Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan, Jumat (15/11). 

Penggeledahan yang dimulai pukul 14.35 wib, dilakukan di tiga rumah berbeda dan sebuah gubuk di dalam tambak ikan. Penggeledahan pertama dilakukan di rumah berwarna pink dan putih. Selain itu juga di rumah orang tua terduga teroris Aris dan Fadli yang diamankan pada Kamis (14/11) malam. Serta rumah ketiga milik guru ngaji bernama Yanto. Selain tiga rumah, juga turut digeledah sebuah gubuk di area tambak ikan milik pak Rudi Suharto yang merupakan bapak dari dua terduga teroris Aris dan Fadli. 

Penggeledahan pertama dilakukan tim Inafis serta Labfor di rumah berukuran lebih kurang 7x12 meter. Sebelumnya rumah tersebut disterilkan oleh tim Densus 88 untuk memastikan rumah dalam kondisi aman.

Tidak lama setelah penggeledahan, petugas membawa seorang wanita tepat pukul 15.30 WIB. Namun, belum diketahui wanita yang diamankan tersebut terkait peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan oleh terduga pelaku Rabbial Muslim Nasution di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11) kemarin pagi. Diduga wanita tersebut bernama Ainun. 

Sementara salah seorang warga sekitar, Djuhadi (75) mengatakan bahwa rumah yang digeledah tersebut merupakan rumah Syarif yang tinggal bersama istrinya Ainun dan dua anaknya yang masih kecil. Dia sudah menempati rumah itu selama lima tahun.

"Sebelumnya dia juga tinggal bersama mertuanya Iwan dan abang iparnya Khairuddin. Mereka satu pengajian tapi dua bulan lalu mereka berdua sudah pergi ke Bengkulu," katanya. 

Menurut Djuhadi bahwa keluargah Syarif termasuk warga yang menutup diri, jarang bergaul dengan tetangga. "Mereka tertutup dan jarang bergaul," ucapnya. 

Syarif sepengetahuan Djuhadi dulunya seorang security namun beberapa bulan belakangan berhenti dari kerjaan tanpa alasan yang jelas. "Kabar-kabarnya karena tidak mau menghormati bendera merah putih," ujarnya. 

Terakhir kali, Dihasut melihat Syarif pada Rabu (13/11) sore setelah peristiwa bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

"Dia pergi sore hari bersama 4 orang temanya mengendarai sepeda motor," ungkapnya. 
Sebelumnya, densus 88 anti teror juga dikabarkan mengamankan Yanto yang merupakan guru ngaji dari terduga teroris Aris dan Fadli. Yanto diduga diamankan saat mengajar ngaji di luar Belawan. 

"Benar, warga saya bernama Yanto diamankan pihak kepolisian saat mengajar ngaji di luar Belawan," ucap Kepling 20 Kelurahan Cabang Kering, Medan Belawan. 

Setelah melakukan penggeledahan selama kurang lebih 4 jam, tim gabungan membawa sejumlah barang bukti seperti pakaian, paku, dan barang lainnya yang dibungkus di dalam plastik putih transparan berjumlah tiga. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00