• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Densus 88 Anti Teror Mabes Polri Geledah Rumah Rekan Pengajian MHN

15 November
17:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Tim Densus 88 anti teror Mabes Polri bersama Polres Pelabuhan Belawan kembali melakukan pengembangan paska Bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada 23 November lalu. 

Kali ini, tim gabungan kembali menggeledah rumah yang diduga memiliki hubungan dengan pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan Rabbiah Muslim Nasution (RMN) alias Dedek.

Pertama tim Densus 88 melakukan penggeledahan di rumah Iwan di Jalan Tambak Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan. Terlihat lokasi rumah sudah dipasang police line dan sterilisasi agar tidak ada warga yang masuk saat penggeledahan. Tim gabungan tiba pada pukul 14.35 wib dengan dilengkapi dua unit mobil Gegana teknisi bom. Iwan diduga merupakan rekan pengajian dengan RMN.

Setelah melakukan penggeledahan di rumah Iwan, tim gabungan kembali melakukan penggeledahan di rumah Rudi Suharto yang merupakan orang tua terduga teroris Aris dan Fadli yang telah diamankan polres Belawan dan Densus 88. Lokasi rumah hanya berjarak 100 meter dari rumah Iwan. 

Seorang warga Juwadi (75) membenarkan satu unit rumah yang digeledah tim densus merupakan rumah milik Iwan. 

"Rumah Iwan ini. Dia sudah dua bulan pergi ke Bengkulu. Sedangkan sang istri pergi duluan," ucap Juwadi. 

Dikatakan Juwadi, usai ditinggal Iwan, rumah ditempati oleh Ainun (anak kandung) dan Syafri (menantu) serta kedua anak mereka. Sedangkan Khairuddin anak kandung Iwan juga ke Bengkulu. 

Juwadi mengaku selama ini kurang tahu aktivitas yang dilakukan Iwan dan anaknya. Termasuk mengikuti pengajian. Karena dikenal tertutup dengan tetangga. "Selalu tertutup, kumpul di luar - luar itu saja. Habis itu tertutup,"  jawab Juwadi. 

Dari sepengetahuan Juwadi, keluarga Iwan sudah hampir 4 -5 tahun selalu menutup diri, atau setelah Ainun menikah dengan Syafri. 

"Resah karena keadaan mereka itu. Karena mereka itu gak mau bergaul sama kita. Karena mungkin kita dianggapnya keluar dari kelompok itu sudah orang kafir. Mereka juga dilarang pergi ke masjid Muhammadiyah dan masjid orang tua," ucapnya. 

Saat dilakukan penggeledahan, hanya ada Ainun dan anaknya yang berada di rumah. Sedangkan Syafri sudah tidak kembali sejak Rabu (14/11) sore. "Rabu sore dia (Syarif) naik kereta dengan dua kereta boncengan total 4 orang. Mereka semua laki - laki," tambahnya. 

Bahkan dari informasi beredar, Syarif sebelumnya bekerja sebagai sekurity di pelabuhan Belawan. Namun, karena tidak disiplin terhadap peraturan kantor, maka Syarif diberhentikan. 

"Dipecat karena dia gak mau hormat bendera. Kira - kira belum sampai sebulan dia berhenti," akui Juwadi. 

Hingga pukul 17.30 wib, tim Densus 88 Anti teror masih melakukan penggeledahan di rumah orang tua terduga teroris Aris dan Fadli. Sementara tim Inafis polri akan melakukan olah TKP di rumah kediaman Iwan. Informasi beredar, Ainun juga telah diamankan densus 88. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00