• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

SA Dinilai Tertutup Dan Tidak Mau bersosialisasi Dengan Warga

14 November
16:06 2019
0 Votes (0)

Geledah Rumah SA dan F#

KBRN, Medan: Paska peristiwa bom bunuh diri di Mako Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) pagi, tim gabungan terdiri dari tim inafis dan Labfor Mabes Polri, Polres Belawan dan TNI kembali melakukan penggeledahan di salah satu rumah yang ada di Medan Belawan.

Penggeledahan tepatnya dilakukan di Lingkungan II Blok GH Jalan Serdang, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (14/11) siang. Penggeledahan dipimpin Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Ikhwan Lubis. Ini merupakan penggeledahan kedua, setelah sebelumnya penggeledahan dilakukan pada Rabu malam.  
Penggeledahan dilakukan di rumah Salman Al Farikh alias SA yang diduga merupakan imam atau pimpinan pengajian terduga pelaku bom bunuh diri Dedek. Selain rumah SA, tim gabungan juga menggeledah rumah kontrakan milih Fahmi yang diduga juga sepengajian dengan terduga pelaku bom bunuh diri.
Kepala keliling Lingkungan V Kelurahan Belawan I, Indah Pratiwi membenarkan bahwa rumah tersebut dihuni oleh SA. 

"Rumah SA pak," jawan Kepling.

Dikatakan Indah, dalam kesehariannya, SA serta istri dan ketiga anaknya dikenal tertutup dan tidak mau bersosialisasi dengan warga lain. Namun, SA lebih sering kumpul dengan rekan sepengajian. "Kesehariannya biasa, seperti biasa. Warga biasa. Memang tertutup. Untuk berdekatan dengan tetangga, mereka itu tertutup. Malah kumpul dengan teman - teman sepengajian mereka. Selain SA, itu ada istrinya ada tiga anaknya itu yang saya tahu," akui Indah.

Terkait aktivitas yang dilakukan keluarga SA dalam kesehariannya, Indah mengaku tidak tahu menahu pekerjaan tetapnya. Karena rumah SA selalu tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga.

"Aktivitas mereka di rumah saya gak tahu, karena mereka tertutup pak. Dia di rumah tutup pintu gak mau bersosialisasi sama warga. Tapi, kalau saya yang datang, mereka mau jawab. Istrinya mau. Tapi, untuk sosialisasi memang tidak," beber Indah. 

Dikatakan Indah, keluarga SA sudah tiga tahun tinggal di rumah tersebut, setelah menikah dengan istrinya. "Kurang lebih tiga tahun setelah menikah dengan istrinya yang ini," jawabnya. 

Indah juga turut mendampingi tim kepolisian melakukan penggeledahan di rumah SA pada Rabu malam. Namun, Indah mengaku saat penggeledahan rumah tertutup dan tidak ada yang orang di dalam. Diduga, SA bersama istri dan anaknya pergi sekira pukul 1 siang. 

"Kosong, sudah tidak ada orang. Masih pagi ada, tapi sekitar siang jam 1 atau jam 2 sudah tidak ada lagi," ucapnya. 

Dari hasil penggeledahan, Indah mengaku ada sejumlah barang yang dibawa dari dalam rumah SA. Namun, Indah tidak berani menjawab apa saja yang dibawa, karena itu adalah wewenang kepolisian. 

"Ikut pemeriksaan. Yang pastinya ada yang diamankan. Pekerjaan (SA) saya gak tahu pak. Tapi, ikut pengajian gitu," akuinya.

AMANKAN BARANG BUKTI 

Hingga pukul 15.30 wib, suasana di sekitar lokasi cukup ramai dan membuat masyarakat penasaran untuk melihat langsung di lokasi. Namun, pihak kepolisian memasang police line untuk sterilisasi lokasi dengan menutup simpang tiga jalan Serdang. Apalagi posisi menuju rumah SA harus melalui gang sempit. Kemudian tepat pada pukul 15.35 wib, tim Labfor Mabes Polri mengamankan barang bukti yang dimasukkan ke dalam koper hitam dan barang yang dibungkus plastik biru dimasukkan ke dalam kardus dan di bawa ke mobil labfor. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00