• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Prostitusi Menggeliat di Tanjungbalai, DPRD Mulai Turun Tangan

16 November
19:24 2019
2 Votes (4.5)

KBRN,Tanjungbalai : Banyaknya pengaduan masyarakat yang terus berdatangan kepada DPRD kota Tanjungbalai untuk memberantas praktik prostitusi terselubung di berbagai tempat hiburan malam di Tanjungbalai, membuat DPRD akhirnya buka suara.

Kelompok Kerja (POKJA) I DPRD Tanjungbalai beberapa waktu lalu telah memanggil Dinas Perizinan membahas persoalan izin yang diberikan pada tempat-tempat hiburan malam. 

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) evaluasi pelaksanaan program pelayanan kepada masyarakat di kota Tanjungbalai tahun 2019 itu, DPRD Tanjungbalai mengesalkan jika tempat hiburan malam di Tanjungbalai adalah kedok dari tempat berbuat mesum.

DPRD meminta kepada Dinas Perizinan untuk menelaah kembali izin usaha dibeberapa tempat hiburan malam (Cafe-Karaoke) yang telah dicap masyarakat sebagai sarang prostitusi.

"Saya dan rekan-rekan DPRD Tanjungbalai menerima banyak sekali aduan masyarakat yang mengatakan bahwa ada beberapa tempat usaha karaoke dan cafe yang menjalankan bisnisnya sambil menyediakan tempat untuk berbuat zina.

"Dalam RPD itu kami berpesan kepada Dinas Perizinan untuk mengarahkan para pengusaha karaoke agar membuat pintu karaoke yang transparan. Dengan harapan dapat mengurangi kesempatan untuk melakukan hal-hal yang tidak baik," kata salah satu anggota DPRD Tanjungbalai, Mas Budi Panjaitan, saat dikonfirmasi RRI, Jumat, (15/11).

Budi mengakui masalah prostitusi yang melibatkan pelajar bukan rahasia lagi. Dirinya beserta seluruh anggota legislatif siap menerima aspirasi masyarakat. Budi menegaskan bahwa DPRD Tanjungbalai akan mendukung yang selama ini diperjuangkan masyarakat, khususnya untuk mengantisipasi rusaknya generasi muda di Tanjungbalai.

"Kita sudah dicap sebagai kota sarangnya Narkoba. Tanjungbalai yang dulunya dijuluki sebagai kotanya para ulama mulai semakin kehilangan arah. Maunya kita jaga kampung ini, anak-anak generasi kita. Jangan seakan kita biarkan berkembang perusak moral itu. Sila kedua Pancasila itukan manusia yang beradab," jelas politisi PKS itu.

Sudah adanya beberapa aksi demonstrasi yang dilakukan pemuda, mahasiswa dan masyarakat di tahun ini terkait izin tempat hiburan malam dikatakannya sebagai catatan penting. Ia memandang bahwa sebagian masyarakat di Tanjungbalai sudah bersepakat ingin memerangi segala bentuk perbuatan yang dapat membawa kehancuran masa depan generasi muda.

"Jika tidak diindahkan juga, kita siap mengundang Pemko termasuk Kapolres untuk membicarakan masalah ini. Harapannya, agar Pemko tidak menganggap masalah ini sebagai masalah sepele yang bisa dibiarkan begitu saja. Permasalahan hiburan malam ini sangat kompleks. Bukan hanya perzinahan, disana juga menjadi tempat peredaran Narkoba, Miras bahkan Prostitusi, yang jelas itu menyalahi aturan norma hukum dan agama. Lagipun negara kita ini bukan negara penganut seks bebas,'' tegasnya.

"Soal perizinan itu jangan sampai masyarakat bergerak sendiri hanya karena tidak ada tindakan. Kami juga prihatin masalah narkoba yang bukan makin menurun dan lem kambing yang marak di kalangan anak muda saat ini,'' sambung Budi.

Budi juga telah menunjukkan perhatian lebih terkait hal tersebut di laman Facebook pribadinya. Bahkan dalam status FB nya, Budi berharap Pemda setempat bisa menunaikan bagian dari visi pemerintahan, yakni Religius.

"Perbaikan moral bangsa ini, khususnya masyarakat Tanjungbalai adalah tugas besar yang harus kita emban bersama. Pemko Tanjungbalai hendaknya paham, untuk tidak membiarkan kesempatan-kesempatan perusak moral itu menjamur di Tanjungbalai. Begitupun juga dengan kita. Sebagai masyarakat kita juga harus bersama memantau agar anak-anak kita tidak ikut-ikutan pada tren yang tidak baik itu. Mengajarkan pendidikan agama di dalam keluarga tentu menjadi salah satu solusi terbaik untuk menghindari degradasi moral yang kian tak terbendung,'' kata Budi dalam postingan status FB nya.

''Karena bukan kali ini permasalahan mengeruak kepermukaan. Tanjungbalai yang dikenal sebagai daerah yang religi sudah banyak pergeseran kearah kota maksiat. Memang perjuangan menghadapi pelaku kejahatan itu berat. Kalau bukan kita semua, siapa lagi,'' tutup Budi. (Nisfu Fitri Sirait).

  • Tentang Penulis

    Nisfu Fitri, S. Pd.

    Reporter RRI Tanjung Balai

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00