• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Farhan Lubis Bawa Putra Tanjung Rengkuh Trophy Walikota

10 November
00:04 2019
1 Votes (5)

KBRN, Tanjungbalai: Tim sepak bola Putra Tanjung keluar sebagai jawara turnamen sepak bola Piala Walikota Tanjungbalai 2019. Hal tersebut dipastikan, usai tim yang ditukangi Fajar Taufik Nasution itu mengalahkan PSPR pada partai final yang berlangsung di Stadion Asahan Sakti, Tanjungbalai, Sabtu (9/11) sore.

Adalah Farhan Lubis yang menjadi pahlawan kemenangan Putra Tanjung berkat gol semata wayangnya. Bermula dimenit 27 babak pertama, memanfaatkan umpan kompatriotnya, Husni, dari bola mati di sisi kiri pertahanan PSPR. Umpan terukur yang dilepaskan Husni menuju jantung pertahanan PSPR disambar Farhan melalui sundulan. Sundulannya yang mematikan itu tak kuasa dijangkau kiper PSPR, Gusti.

Tertinggal 1-0 anak-anak PSPR berupaya menyamakan skor. Serangan PSPR yang dimotori Naufal disisi sayap memang beberapa kali menebar ancaman, namun upaya Andri dkk sia-sia, tetap tidak berbuah gol hingga wasit Ucok Irawan meniup peluit panjang. Satu gol dari pemain pemilik nomor 8 itu sudah cukup membawa Putra Tanjung merengkuh piala Walikota Tanjungbalai dan mematahkan keraguan karena absennya beberapa pemain inti Putra Tanjung.

Partai final sebenarnya sempat memicu ketegangan di injury time babak kedua, akibat ada pemain yang keberatan pada keputusan wasit. Namun, respon cepat panitia dan pengawas pertandingan mampu mencegah ketegangan yang terjadi.

Putra Tanjung akhirnya berhak atas hadiah uang pembinaan Rp 10 juta. Sementara PSPR yang menjadi runner up  diganjar Rp 7 juta. Untuk juara tiga diraih Joker FC dengan Rp 5 juta dan juara empat Asian Nagro meraih hadiah Rp 3 juta.

Panitia memilih gelandang Putra Tanjung, Mhd Syukron Habib sebagai pemain terbaik. Sementara itu, Hernanto penyerang dari Putra Tanjung menjadi top scorer setelah 9 golnya tak mampu dikejar oleh pemain lain sepanjang turnamen. Untuk pemain terbaik dan Top Score sama-sama mengantongi uang senilai Rp 1,5 juta.

Dengan capaian juara tim Putra Tanjung di Walikota cup 2019 membuat mereka berhasil mengawinkan gelar, setelah di tahun 2018 lalu Faisal cs memenangi turnamen Piala Kapolres. 

Arsitek Putra Tanjung, Fajar Taufik tidak mampu menutupi kegembiraanya saat diwawancarai RRI. Ia mengaku bangga pada para pemainnya yang mampu melampaui ekspektasi miring orang-orang.

"Alhamdulillah, Allah masih berikan kami kemenangan. Padahal, kita semua tahu PSPR itu tim yang jauh lebih berpengalaman. Memang inilah namanya partai final partai. Otomatis berat bagi pemain karena tanggung jawab lebih besar dipundak mereka. Namun sejak gol Farhan tadi, anak-anak mampu menunjukkan mereka percaya diri," ujar coach yang akrab disapa Lolo itu.

Menurut Fajar, keberhasilan timnya menang di laga puncak karena fokus disepanjang waktu normal.

"Saya akui anak-anak masih sedikit ada beban sebelum main tadi. Mencuri gol di babak pertama memang itu yang selama ini kita terapkan. Agar bisa mengatur jalannya permainan. Akhirnya kita bisa curi gol cepat. Sempat saya ingatkan tadi agar tetap fokus. Saya rasa itu kunci kami, " terangnya.

Sementara Manajer tim Putra Tanjung Zoul Ham Efendi mengapresasi seluruh stakeholder yang sudah berkontribusi mensukseskan pelaksanaan turnamen sepakbola Walikota Cup 2019 yang berjalan sukses. Ia juga mengucapkan terimakasih atas sportifitas 33 tim yang ditampilkan seluruh tim peserta kompetisi Piala Walikota Tanjungbalai 2019.

"Saya mengapresiasi pelaksanaan even ini. Sebagai wujud dukungan Pemkot yang mampu menjawab kecintaan masyarakat Tanjungbalai terhadap sepak bola selama ini. Terima kasih bapak Walikota dan Dispora Tanjungbalai telah menyelenggarakan turnamen ini.

"Kemenangan Putra Tanjung adalah kemenangan semua masyarakat pencinta sepak bola yang ada di Tanjung Balai. Ini adalah kemenangan warga Tanjungbalai yang berkumpul bersama selama 3 minggu lebih di stadion Asahan Sakti ini,'' tutur Zoul Ham.

Zoulham berharap daerahnya mampu mencapai visi pembinaannya untuk sepak bola. Ia menilai mengembalikan kejayaan sepak bola sangat mudah jika adanya pembinaan kelompok umur dan kompetisi yang rutin diagendakan oleh pihak yang berniat membangun persepakbolaan itu sendiri. Pembinaan atlet usia dini menurutnya merupakan jaminan prestasi untuk Kota Tanjungbalai di masa mendatang. 

"Kepada semua pelaku sepak bola di Tanjung Balai untuk lebih getol menggelar kompetisi usia dini. Dengan begitu, regenerasi atlet dan prestasinya akan baik. Sehingga pada waktunya nanti, Kota Tanjungbalai memiliki pesepakbola yang dapat diandalkan. Kita contoh saja tetangga kita Kabupaten Asahan. Asahan lebih lebih galak dalam pembinaan usia dini," harapnya.

Menanggapi kekalahan dilaga pamungkas, Pelatih Kepala PSPR Simin Ardianto (Lek Min) mengungkapkan bahwa anak asuhnya sudah bermain ngotot sepanjang pertandingan. Namun kepemimpinan wasit banyak merugikan timnya.

"Kalau begitu wasit, tidak ada majunya Tanjung Balai ini. Banyak keputusannya berat sebelah dan menodai tugas dia sebagai wasit. Wasit seperti mereka itu maunya jangan lagi dipakai, kalau tidak berlaku adil dalam memimpin pertandingan. Wasit memang parah, bukan saya saja yang bilang. Tanya itu satu persatu penonton di tribun. Gara-gara wasit tim bisa kalah. Itu perlu dicatat. Anak anak mainnya sudah maksimal tadi," ungkap legenda hidup sepakbola Tanjungbalai itu. (Nisfu Fitri Sirait).

  • Tentang Penulis

    Nisfu Fitri, S. Pd.

    Reporter RRI Tanjung Balai

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00