• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Zainudin: Pemerintah Daerah Harus Serius Fasilitasi Atlet Difabel

9 November
19:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia Zainudin Amali membuka secara resmi Pekan Paralympic Pelajar Nasional (Peparpenas) ke IX tahun 2019, di GOR Rawamangun, Pulogadung Jakarta Timur, Sabtu (9/11) sore.

Zainudin berharap besar kepada seluruh pemerintah daerah mulai tingkat Provinsi serta Kabupaten/ kota untuk bersama – sama dengan pemerintah pusat dalam hal ini kemenpora lebih serius memberikan perhatian terhadap kaum difabel. Salah satunya memberi ruang yang sama antara atlet difabel dengan atlet non difabel. 

“Saya terharu melihat semangat mereka kaum disabilitas kita semangatnya sama dengan kita. Itulah yang membuat kami terharu. Tentu kita berharap ke depannya, perhatian khususnya pemerintah daerah terhadap kaum disabilitas untuk segala urusan khususnya olahraga mereka difasilitasi diberi ruang sama dengan yang bukan. Ini membuktikan bahwa mereka gak ada perasaan minder, gak ada perasaan rendah diri walaupun mereka secara fisik ada kekurangan,” pesan Zainudin.

Kemenpora juga akan berupaya terus memberikan kesempatan bagi kaum difabel untuk bisa berkreasi, beraktifitas, salah satunya mengembangkan bakatnya di bidang olahraga. Zainudin menilai, saat ini banyak kaum difabel yang belum sepenuhnya mendapat kesempatan yang sama dengan atlet normal. Maka, selaras dengan program pemerintah dalam rangka pembangunan sumber daya manusia, Zainudin mengajak seluruh pemerintah daerah untuk melibatkan langsung kaum disabilitas dalam menyukseskan program – program pemerintah.

“Kami dari Kemenpora tentu akan mendorong terus supaya kegiatan – kegiatan ini lebih banyak, sehingga mereka punya kesempatan yang banyak untuk bisa berkreasi, beraktifitas, menunjukkan prestasi – prestasi mereka yang selama ini kita belum memberikan banyak perhatian kepada mereka. Saat ini pemerintah terutama dalam rangka pembangunan sumber daya manusia kita, mereka juga menjadi bagian untuk kita sentuh dengan program – program sumber daya manusia,” harap Menpora.

Di sisi lain, Zainudin berharap event Peparpenas yang diikuti atlet terbaik masing – masing daerah ini menjadi potensi untuk menjadi juara baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Apalagi pada tahun 2018, Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Paragames. “Sebagai penyelenggara kita bisa membuktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah. Namun, demikian untuk prestasi kita harus bersaing dengan negara lain di Asia. Kita berharap pemerintah daerah memberikan perhatian yang serius terhadap pembinaan olahraga disabilitas, sehingga kegiatan seperti ini diikuti seluruh provinsi dan semakin banyak cabor yang dipertandingkan,” ujar Zainudin.

Sementara Ketua panitia Peparpenas sekaligus Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, mengatakan event Peparpenas harusnya dilaksanakan di Papua. Hanya saja Papua dinyatakan belum siap menjadi tuan rumah karena kondisi segala hal sehingga kemenpora mengambil alih. Begitupun, Isnanta meyakini ajang Peparpenas merupakan tahap penjaringan atlet pelajar yang ke depan menjadi andalan Indonesia berlaga di kejuaraan internasional.

"Hari ini kita siapkan kader – kader atlet pelajar. Insya Allah dari pelajar – pelajar ini nantinya yang akan mengisi Indonesia pada event – event resmi seperti Paralimpiade, Asian Para Games maupun ASEAN Paragames," ucapnya. 

Begitupun Isnanto mengatakan Peparnas tahun ini cukup luar biasa, karena mampu memecahkan rekor jumlah terbanyak dari delapan pelaksanaan Peparnas sebelumnya. Jika pada Peparnas tahun 2017 ada 9 provinsi yang tidak berpartisipasi, maka pada Peparnas tahun 2019 diikuti 33 provinsi dan hanya minus Papua Barat. “ Sebanyak 486 atlet yang telah hadir di event ini, dan ini jumlah terbesar selama sembilan kali sepanjang penyelenggaraan Peparpenas,” ucap Isnanta.

Pembukaan Peparpenas 2019 diawali dengan tari persembahan ondel - ondel yang dilanjutkan dengan defile kontingen diwakili oleh 10 atlet tiap kontingen dengan bendera asal provinsi masing - masing. Kemudian diakhiri dengan penyulutan obor api Peparpenas IX yang turut melibatkan atlet dan Menpora. Turut hadir Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta, Deputi Gubernur bidang budaya dan pariwisata Dadang Solihin, staf ahli Kemenpora, Kadispora Jakarta Ahmad Firdaus, Wakil Rektor III UNJ, Achmad Sofyan Hanif. 

Peparpenas 2019 mempertandingkan 6 (enam) cabang olahraga yakni atletik, renang, catur, bulutangkis, Bocia, dan tenis meja. Ini merupakan kali kedua DKI Jakarta menjadi tuan rumah pelaksana sejak 2003 silam. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00