• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

Ukir Tinta Emas, Olahraga Tanjungbalai Kembali Telan Malu

23 October
12:20 2019
2 Votes (3.5)

KBRN, Tanjungbalai : Prestasi olahraga kota Tanjungbalai dikejutkan baru baru ini. Hasil nan membanggakan yang disertai memalukan. Disatu sisi sejarah tercipta namun disisi lain prestasi yang diraih hanya bermakna kata pilu yang tidak mendapati sebuah arti kepedulian dan perhatian.

Adalah tim olahraga setempat yakni Akademi futsal BIPMA Tanjungbalai yang telah mengukir tinta emas prestasi olahraga bagi kota yang berpenduduk lebih dari 150 ribu jiwa itu. Tidak tanggung tanggung, capaian sejarah prestasi yang luar biasa berhasil ditorehkan Syafii cs. BIPMA Tanjungbalai sukses menembus kompetisi resmi futsal usia dini yakni Liga AAFI Grand Champions Nasional tahun 2019, karena berhasil mengunci 1 tiket kebabak nasional. Pasalnya, BIPMA U-13 keluar sebagai juara dua (runner up) Liga AAFI regional Sumatera Utara dan otomatis berhak mewakili provinsi di Liga AAFI Nasional yang akan berlangsung di Jakarta November mendatang.

Keberhasilan perjuangan tim yang diarsiteki Thalib Hussein Alchifari menembus kompetisi nasional ibarat cerita dongeng dari segelintir pemuda pengangguran dan mahasiswa di Tanjungbalai yang bersama mendirikan tim ini pada Juni 2018 lalu.  Berbuat dengan gagasan dan menghasilkan karya prestasi nyata dari segala keterbatasan finansial demi kampung halaman, namun sangat disayangkan ternyata tidak mendapatkan kepedulian dan perhatian dari pihak terkait didaerah asal mereka. Berlaga di kasta Nasional kini, bak mimpi didalam tidur. BIPMA dipastikan gagal berangkat ke Jakarta karena keterbatasan dana dan tidak adanya dukungan.

"Sangat disayangkan memang. Kesempatan ini tidak datang dua kali. Jelas kegagalan ini karena tidak ada perhatian kepedulian dari Afkot, Askot PSSI bahkan KONI Tanjungbalai. Maka dipastikan dunia olahraga Tanjungbalai telah malu,'' kata salah satu Pengurus BIPMA, Rafiq Hilmi Lubis pada RRI.

"Tidak ada artinya kami bermimpi. Kami telah mengharumkan nama daerah, membahagiakan orang tua dengan prestasi bermain di Jakarta dan bisa berjumpa dengan tim terbaik seantero negri. Tapi beginilah kenyataannya. Keterbatsasan dana membuat tidak jadi berangkat," ungkap Rafiq.

Menurut Rafiq, jika anggaran KONI, Askot dan Afkot tidak ada yang bisa disisihkan untuk kepentingan olahraga daerah. Harusnya ada kebijakan dan solusi cerdas dari pihak tersebut. Ia sangat menyayangkan kalau prestasi membanggakan ini tidak mendapati perhatian bahkan kepedulian.

"Olahraga tanpa sponsor atau pembiayaan yang jelas, sama saja bohong alias jalan di tempat. Kalau memang tidak ada bantuan dari KONI, Askot dan Afkot kota Tanjungbalai atau dana mereka tidak ada sama sekali. Apa salahnya mereka membantu kami, setidaknya berusaha untuk mencarikan tim ini sponsor atau beberapa donatur di Tanjungbalai. Tim ini didirikan karena kami menyadari olahraga futsal adalah peluang besar daerah kami. Niat kami itu baik, usaha kami bukan sekedar harapan, perjuangan kami bukan mudah. Hasilnya sudah terlihat. Kami membawa nama baik Tanjungbalai di kancah Nasional. Bukan mewakili kelurahan di kecamatan," tambah Rafiq menegaskan.

Rafiq juga mengatakan bahwa saat berlangsung Liga AAFI regional Sumut di Medan, dana yang dipakai timnya adalah bantuan dari Wali Kota Tanjungbalai. 

"Iya kami dibantu bapak Wali waktu berjuang di Medan. Jangan Wali Kota saja dong yang harus turun tangan. Pihak terkait mana. Masa Tidak ada yang peduli. Apa gunanya mereka atap olahraga di Tanjungbale ini. Kami kesal dan ini sangat memalukan olahraga di Tanjungbalai," tandasnya.

Ajang Bergengsi Usia Dini Tanah Air

Sejak tahun 2013 Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) adalah kompetisi futsal resmi usia 16 tahun dan jenjang usia di bawahnya. Liga AAFI merupakan ajang bergengsi pematangan pemain-pemain muda dan berbakat dari seluruh tanah air. Mereka akan mengukur sejauh mana kemampuan yang mereka peroleh dari ajang kompetisi di daerahnya dengan daerah lain pada putaran Nasional yang bertajuk Liga AAFI Grand Champions. Mereka merupakan para pemain muda berbakat yang diproyeksikan masuk ke klub mahasiswa, klub-klub profesional dan tim nasional.

Jadwal putaran final Grand Champions Liga AAFI Nasional 2019 akan mulai Kick off November mendatang di Jakarta. Puluhan tim futsal U-16 dan U-13 yang ada di seluruh penjuru Indonesia bersaing menjadi yang terbaik di negara ini. (NSF).

  • Tentang Penulis

    Nisfu Fitri, S. Pd.

    Reporter RRI Tanjung Balai

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00