• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Produksi Pangan Sumut Surplus, Seharusnya Harga dapat Terkendali

9 October
20:13 2019
0 Votes (0)

KBRN Medan : Terjadinya inflasi  di  Sumatera Utara (Sumut), yang disebabkan naiknya harga beberapa komoditi pertanian seperti cabai dan sebagainya diyakini bukan akibat dari rendahnya produksi , karena diperkirakan hasil tanaman pangan masih mencukupi kebutuhan masyarakat setempat, bahkan surplus.
“Seharusnya harganya dapat terkendali,” ujar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, usai membuka kegiatan Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 dan Hari Krida Pertanian ke-47 Tingkat Provinsi 2019, di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (9/10).

  Menurut  Gubsu Edy , perkiraan capaian surplus komoditi pertanian, tidak dirasakan oleh rakyat di Sumut. Sebab harga di pasar diatur oleh pedagang dan tengkulak yang menggunakan sistem ijon, atau membeli komoditi tani sebelum masa panen atau dikontrak.“Untuk itu perlu kehadiran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara yang nanti melalui BUMD Pangan. Jadi dari mulai penanaman sampai ke panen, itu ditampung BUMD. Dan yang mengatur harga juga BUMD,” ujar Edy Rahmayadi, didampingi Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Azhar Harahap, serta Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Dahler Lubis.
Agar ketahanan pangan  di Sumatera Utara  dapat tewujud, kata Edy  telah dibentuk BUMD Pangan  dengan tujuan  menjaga harga supaya tetap terkendali, dengan memotong mata rantai distribusi, sehingga  otomatis akan bisa meredam laju inflasi.

“Hanya proses siapa berbuat apa, akan diatur pembagian tugasnya. Sehingga nanti diatur sampai ke tingkat kabupaten/kota dengan melibatkan  semua sektor  terkait ,”  ujar Edi.

 Sementara Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Azhar Harahap melaporkan bahwa kegiatan memperingati Hari Pangan Sedunia ini melibatkan setidaknya 1.500 orang yang terdiri atas 33 kabupaten/kota, kelompok wanita tani, kelompok PKK, Gapoktan dan Koperasi.

“Kemudian ada beberapa pengusaha pangan lokal, pelaku bisnis bidang pangan. Tujuannya untuk memotivasi tumbuhnya kemandirian pangan di setiap daerah. Meningkatkan mutu dan kualitas dari pangan olahan masyarakat, termasuk pengemasan dan label halal,” jelasnya.

 Dalam kegiatan ini, lanjut Azhar, juga ada bagi-bagi ayam goreng dan telur rebus sebanyak 3.000 paket. Terutama untuk anak sekolah dan masyarakat sekitar, yang dibiayai oleh para pengusaha unggas di Kota Medan dan sekitarnya.


Pada kesempatan itu Gubernur juga  berkeliling mencicipi berbagai pangan olahan dari masing-masing kabupaten/kota yang ikut berkompetisi pada lomba pangan   dalam  Peringatan Hari Pangan Sedunia ke-39 dan Hari Krida Pertanian ke-47 Tingkat Provinsi 2019, di Lapangan Merdeka Medan.  ( Rahmi Siregar )

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00