• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Olahraga

20 Atlet Sumut Lolos Selekda Menuju Peparpenas

9 October
18:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan: Sejumlah 20 atlet pelajar difabel dinyatakan lolos seleksi, pada hasil Seleksi Daerah (Selekda), yang akan perkuat Sumatera Utara berlaga di Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2019 di Jakarta, mulai 6 hingga 13 November mendatang.

Adapun 20 atlet yang lolos berasal dari lima cabang olahraga yang terbagi dalam empat jenis klasifikasi. Klasifikasi Tuna netra dipilih empat atlet yakni Muhammad Triresha Anjasta, Fransiskus Zebua (atletik), Khairunnnisa dan Yayukari Mendrofa (catur). Kemudian 8 atlet tuna Daksa M Auliya Anshori (renang), Muhammad Rizky, Prayuda, Desy Manik, Robby Syahrul Ramadhan, Geryn Pratama Simatupang, Reza Aulia (atletik). Serta Zay Fachri (Boccia).

Kemudian tuna Grahita M Khairurrasyid (bulutangkis), Yuwanda, Timotius Cen Agung, Agnes Monica (atletik). Serta Tuna Rungu Wicara Riyadh Firmansyah, Madinsama Arinta Pinem, dan Lidya Meisyarah (atletik), dan Janesa Liliana (renang).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumut H Baharuddin Siagian SH MSi mengatakan, selekda dilakukan secara terbuka dengan merekrut atlet difabel dari sejumlah Yayasan Sekolah Luar Biasa dan umum di Sumut. Dengan selekda ini tentu untuk mendapatkan atlet terbaik, untuk perkuat Sumut di Peparpenas 2019.

 “Ya inilah salah satu rangkaian yang kita lakukan supaya merekrut atlet itu tidak suka – suka. Harus kita lihat dari semua aspek, aspek kemampuan atlet serta teknik- teknik yang didapatkannya gitu. Jadi, tidak asal comot – comot saja,” ucap Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, Rabu (9/10).

Baharuddin yakin, dengan selekda secara terbuka akan terlihat talenta – talenta dari setiap atlet karena semua peserta ingin menjadi yang terbaik di masing – masing cabor. Pada selekda kali ini semua pihak juga dilibatkan dalam menjaring atlet terbaik, mulai dari kemampuan teknik, fisik, attitude, dan kecerdasan.

“Maka semua ingin berkompetisi menjadi atlet yang terbaik supaya terpilih. Kalau ini tidak dilakukan, gak akan maju olahraga kita. Percayalah. Maka, kita ini harus melakukannya secara terbuka dan melibatkan semua unsur. Dari kemampuan teknik, kemapuan menyerap apa yang disampaikan. Atlet juga harus cerdas,” yakin Baharuddin.

Pada Peparpenas tahun ini, pihaknya tentu menginginkan prestasi terbaik bisa diraih oleh seluruh atlet. Begitupun, yang paling penting saat ini menurut Baharuddin adalah proses pembinaan atlet harus dilakukan sejak usia dini dan perekrutan dilakukan secara selektif.

“Pemerintah telah memberikan reward yang sangat luar biasa. Maka, hari ini itu menjadi atlet jangan pilihan kedua, melainkan pilihan pertama. Target itu bisa saja, tapi tidak terlalu penting. Tapi, bagaimana pembinaan bisa kita lakukan dari awal secara baik. Gitu aja,” ucap Baharuddin.

Sebelumnya Total 174 pelajar disabilitas mengikuti selekda, yang berlangsung di kota Medan, pada 25 hingga 27 September. Pelajar berasal dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) maupun sekolah umum yang ada di Kabupaten dan kota se Sumatera Utara.

Selekda kali ini dilaksanakan untuk enam cabang olahraga, atletik, bulutangkis, tenis meja, Boccia, Renang, dan catur. (Joko Saputra)

  • Tentang Penulis

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

  • Tentang Editor

    Dadan SF

    System Admin RRI Medan<br />

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00