• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pukuli Mahasiswa Saat Demo di Medan, Oknum Polisi Hanya Dihukum Disiplin

2 October
17:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Oknum polisi dari Polda Sumut yang terekam melakukan kekerasan terhadap mahasiswa saat aksi unjukrasa yang berujung ricuh di gedung DPRD Sumatera Utara, 24 September lalu, dipastikan tidak akan dibawa ke ranah hukum. Mereka hanya dikenai sanksi dispilin.

Ada lima oknum polisi yang telah diamankan usai beredarnya video kekerasan yang dialami massa aksi beberapa waktu lalu. Aksi yang paling disorot adalah seorang mahasiswa yang dipukul berkali-kali hingga terjatuh usai ditendang. Kemudian pemukulan terhadap anggota dewan yang mengabadikan aksi pemukulan mahasiswa oleh oknum polisi, hingga penghinaan dan pemukulan terhadap massa aksi lainnya.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Ardianto mengatakan, pihaknya menghukum para oknum polisi secara disiplin korps.

"Dia (pelaku) tidak patuh dengan pimpinan ya dihukum disiplin. Nanti kalau semua dihukum penjara, enggak ada lagi yang mau jaga (keamanan). Kasihan, yang salah biarkan komandannya. Kita juga kasih tahu dia salah tidak ikuti perintah pimpinan. Kita tindak secara disiplin," katanya saat memantau aksi unjukrasa di depan gedung DPRD Sumut, Rabu (2/10/2019).

Dikatakan Agus, pihaknya memberikan hukuman secara internal agar oknum tersebut tidak mengulangi perbuatannya.

"Masalah mau saya gamparin, mau saya jungkir-jungkir itu saya sama mereka. Kalau sampai dipidana, siapa lagi yang mau jaga keamanan). Ini pekerjaan mereka mengorbankan waktu, tenaga, risikonya banyak. Jadi sudahlah,” ujarnya.

“Pimpinan tidak ada memerintahkan sampai pakai senjatapun tidak boleh dibawa. Tidak ada satupun yang boleh bawa senjata. Tindakan yang merela lakukan karena mungkin capek dan lain sebagainya. Tapi secara internal kita sudah lakukan tindakan agar mereka tidak mengulangi lagi," imbuhnya.

Sebelumnya beredar video polisi melakukan kekerasan terhadap seorang mahasiswa di pintu masuk basement gedung DPRD Sumut. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan bahwa pihaknya telah memeriksa masing-masing tiga anggota Sat Brimob Poldasu sebagai saksi, lima anggota Direktorat Samapta sebagai saksi dan dua oknum polisi dari Direktorat Samapta Poldasu yang diduga melakukan pemukulan kepada mahasiswa tersebut.

Oknum yang diduga melakukan pemukulan yakni Bripda MH dan FM dari Direktorat Samapta. Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap video tersebut, terkait kemungkinan ada anggota-anggota lain yang turut melakukan penganiayaan terhadap mahasiwa.


foto : ist

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00