• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

PEMILU 2019

3.200 Warga Sumut Masuk DPK

11 February
18:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Medan : Sebanyak 3.200 warga Sumatera Utara masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) pada Pemilu 2019. Jumlah tersebut belum signifikan untuk dikonversi menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Komisioner KPU Sumut Divisi Data dan Informasi Herdensi Adnin mengatakan, berdasarkan peraturan yang ada, pemilih yang terdaftar pada DPK maupun DPTb (Daftar Pemilih Tambahan) dimungkinkan untuk dikonversi dalam DPT, jika jumlahnya sangat signifikan.

Hal ini menurutnya dapat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kekurangan kertas surat suara pada Tempat Pemungutan Suara (TPS) akibat pertambahan jumlah tersebut.

"Saat ini ada sekitar 3.200 warga yang terdaftar dalam DPK di Sumatera Utara, dan itu tersebar di seluruh kabupaten/kota," katanya di sela-sela acara Rapat Koordinasi Penyusunan Daftar Pemilih Khusus Tahap II dan Daftar Pemilih Tambahan Pemilu 2019 di Medan, Senin (11/2/2019).

Herdensi menambahkan, jika nantinya dari hasil pendataan diketahui DPK dan DPTb membuat pertambahan signifikan terhadap jumlah pemilih pada setiap TPS, maka KPU Sumut akan meminta rekomendasi dari Bawaslu Sumut dan Partai Politik peserta pemilu untuk mengkonversi ke DPT.

"Tapi kalau misalnya hanya bertambah sekitar 5 orang per TPS, maka DPT tidak perlu diubah. Karena mereka nantinya dapat diakomodir menggunakan kertas suara yang ada di TPS," pungkasnya.

Sementara Ketua KPU Sumut, Yulhasni saat membuka Rakor mengatakan, potensi terhadap perubahan DPT sangat dimungkinkan terjadi di Sumatera Utara.

"Hari ini kita menggelar rapat koordinasi dengan seluruh KPU kabupaten/kota di Sumut untuk melihat jumlah pemilih yang terdata dalam DPK maupun DPTb pada daerah masing-masing," katanya.

Rapat koordinasi tersebut akan dilanjutkan Selasa (12/2/2019) dengan mengundang Disdukcapil dan UPT Lapas se-Sumut serta Bawaslu kabupaten/kota, untuk mengetahui jumlah DPTb, termasuk dari warga binaan Lapas dan Rutan.

Diketahui, DPK adalah warga yang memiliki hak pilih namun belum terdata dalam DPT. Pemilih kategori ini bisa menggunakan hak pilihnya cukup dengan membawa e-KTP di TPS terdekat sesuai alamat pada e-KTP. Pemilih tidak bisa mencoblos di TPS di luar alamat e-KTP.

Namun, pemilih dalam DPK hanya bisa menggunakan hak pilihnya satu jam terakhir sebelum TPS ditutup yakni antara pukul 12.00-13.00 waktu setempat, dengan catatan selama surat suara masih tersedia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00