• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

BNP2TKI Lepas 1.742 Mahasiswa UIN Mataram ke KKP P2TKI

14 July
18:21 2017
1 Votes (4)

KBRN, Mataram : Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia melepas sebanyak 1.742 mahasiswa Universitas Islam Negeri Mataram dalam Kuliah Kerja  Partisifatif (KKP) Tematik Program Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P2TKI).

Deputi Penempatan BNP2TKI Agusdin Subiantoro  melalui kerjasama sosialisasi P2TKI  dengan pola KKP bersma UIN Mataram bertujuan menyampaikan program P2TKI. Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan Provinsi penempatan TKI terbesar ke 4 se Indonesia yang menempatkan lebih dari 20 ribu TKI pertahun.

Ia menambhakan, tahun  2017  BNP2TKI melaksanakan pembekalan Informasi P2TKI melalui Pola Kerjasama KKP Tematik  dengan 10 Perguruan Tinggi/ Universitas. Sebanyak 1.742 mahasiswa dilepas ke 3 Kabupaten pada 7 Kecamatan dan 113 Desa yaitu di Kabupaten  Lombok Timur,  Lombok Tengah dan Lombok Barat.
"Salah satunya dengan UIN Mataram, yang kami pilih sebagai tempat pelaksanaan  Kerjasama P2TKI melalui KKP Tematik. Karena  Provinsi NTB  ini termasuk salah satu daerah dengan angka penempatan TKI yang relatif tinggi," ujarnya saat melepas KKP mahasiswa  di kampus II UIN Mataram,Kamis (13/7/2017).
Tujuan  KKP Tematik BNP2TKI adalah untuk mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terkait program penempatan dan perlindungan tenaga kerja ke luar negeri melalui kerjasama penyebarluasan informasi dengan Perguruan Tinggi.

Kegiatan ditujukan bagi para  mahasiswa untuk bisa menjadi agen informasi P2TKI baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat yang akan bekerja ke luar negeri. BNP2TKI sadar bahwa tidak memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang cukup untuk menjangkau ke desa-desa dalam menyampaikan informasi P2TKI terutama di daerah-daerah potensial TKI.

Dalam kesempatan ini,  lanjut Agusdin, BNP2TKI ingin menyampaikan bahwa TKI bisa dan telah  memberikan kontribusi besar untuk masyarakat dan negara, karenanya pemerintah melalui BNP2TKI dan para pemangku kepentingan harus hadir bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang benar dan tepat tentang  prosedur  bekerja ke luar negeri dan dapat terhindar dari praktik percaloan atau modus penipuan yang sering menimpa Calon TKI.  

Kadisnaker Provinsi NTB Wildan menginstruksikan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi TKI termasuk terus memastikan pendirian Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) bisa segera terealisasi. Hal ini mengingat kontribusi TKI terhadap pembangunan NTB sangat luar biasa melalui remitensi yang masuk ke daerah NTB.
“Mahasiswa harus ke masyarakat bahwa penempatan sektor informal di TImur Tengah sudah ditutup sementara, ini penting karena banyak warga NTB yang masih berminat bekerja ke timir tengah sebagai PLRT,” ujarnya.*(Marsam)

  • Tentang Penulis

    Marsam

    <p>Kontak Person :&lt;br /&gt;</p><p>Facebook : Marsam Putrangga</p>

  • Tentang Editor

    Marsam

    <p>Kontak Person :&lt;br /&gt;</p><p>Facebook : Marsam Putrangga</p>

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00