• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Bulog Dompu Kirim Beras Raskin Rusak

14 June
14:30 2017
0 Votes (0)

KBRN, Dompu : Warga di Desa Jambu Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, menerima distribusi Beras Miskin (Raskin) rudak dari Budlog Gudang Dompu. Supratman, warga desa Jambu salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Raskin, Rabu (14/6/2017) mengatakan, beras yang diterima pada 31 Mei lalu itu, kondisinya hancur dan berjamur.

“Beras itu kehitam-hitaman, berbau dan berjamur. Jadi sudah tidak bisa dikonsumsi lagi. Terpaksa kami kembalikan ke Bulog,” katanya.

Supratman mengaku, beras penggati dari bulog juga kondisinya tidak jauh berbeda dari sebelumnya. Namun karena saat itu warga sangat membutuhkan untuk keperluan Puasa, terpaksa diterimanya. Di Desa tersebut, mendapat alokasi beras miskin mencapai 6 ton untuk bulanJanuari,  Februari dan Maret. Warga berharap pada distribusi untuk bulan April, Mei dan Juni, beras yang didistribusikan jauh lebih baik, karena untuk kepetingan lebaran.

Tidak hanya di Desa Jambu, KPM di Kelurahan Monta Baru Kecamatan Woja, juga menerima beras rusak. Berbeda dengan KPM di Desa Jambu, KPM di Kelurahan Monta ini, tidak mendapat beras pengganti, meslki sudah lapor ke Dinas Sosial Kabupaten Dompu.

“Berasnya hitam bau dan berjamur. Karena pengaduan kami tidak mendapat respon, terpaksa kami menggiling ulang beras tersebut agar bisa dikonsumsi,” kata A Halik warga Monta Baru.

Menggiling ulang beras tersebut, dirasa cara yang tepat agar beras tersebut bisa layak dikonsumsi, meski bau apek serta rasanya berbeda dengan kebanyakan beras lainnya.

Sementara itu, Kepala Gudang Bulog Dompu, lalu Irfan mengakui jika terdapat kerusakan pada beras yang disimpan digudangnya. Beras yang dibagikan pada akhir mei itu, sejatinya akan dibagikan pada bulan Januari lalu. Namun karena adanya keterlambatan penentuan kuota raskin, membuat pendistribusian beras tersebut tersendat. April realisasi mei

“Kita sudah menduganya, makanya kami melakukan upaya-upaya agar beras yang kami simpan tidak rusak. Maklum, beras itu sudah tersimpan selama 6 bulan lebih,” katanya.

Ditambahkan, beras tersebut merupakan beras pengadaan pada tahun 2016 dan masuk penggilingan dan disimpan di gudang, Bulan Oktober 2016. Upaya yang dilakukan, lanjut Irfan dengan melalukan pencegahan dengan cara sprey dan migiasi, namun karena jumlahnya banyak, sehingga tidak maksimal.

Bulog, lanjut dia, memiliki SOP yang jelas, jika terdapat komplen dari penerima raskin kualitasnya tidak bagus, bisa dilakukan penkaran, seperti yang dilakukan oleh warga desa Jambu.

Ditanya akankah beras yang sudah diketahui rusak dan sudah dikebalikan, akan dimusnakah? Lalu Irfan menjelsakan, beras tersebut akan didaur ulang. Bulog, hanya melayani beras pemerintah sehingga idak mungkin dilakukan penjualan keluar.

“Ya beras itu akan kita giling ulang dan kita campur dengan beras baru, karena Bulog hanya melanayi kebutuhan raskin, Bencana dan kepentingan pemerintah saja,” pungkasnya. (din)

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI Mataram di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima, NTB. // WA :0813-5362-5075 // email : mujtahidin@rri.co.id. / didin74dompu@gmail.com // twitter : @didin_rri. // Telegram : @didin_rri_Mataram.

  • Tentang Editor

    RRI Mataram

    System Admin RRI Mataram

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00