• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Diduga, Limbah Medis Dibuang Di TPA

9 June
14:30 2017
0 Votes (0)

KBRN, Dompu : RSUD dan Puskesmas-puskesmas di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, diduga tidak serius dalam pengolaan limbah medis. Terbukti, limbah medis seperti alat dan jarum suntik, bekas selang infuse dan limbah medis lainnya, banyak ditemukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Bara Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat. 

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, mengingatkan RSUD Dompu dan seluruh Puskesmas, untuk mengolah limbanya dengan baik, terutama limbah medis. Kepala Bidang Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Andi Bahtiar, Jum’at (9/6/2017) mengatakan, permintaan itu karena banyaknya laporan dari warga terkait dengan ditemukannya sampah medis di TPA Desa Bara Kecamatan Woja.

“Seharusnya RSUD dan Puskesmas menyediakan tiga kantong sampah yang diperuntukan untuk sampah organik, anorganik dan sampah medis. Khusus Sampah medis atau limbah, harus diperlakukan secara khusus, agar tidak mencemari lingkungan,” katanya.

Saat ini, Dinas LH belum mendapatkan bukti nyata terkait dengan dilaporannya warga terkait dengan adanya limbah medis di TPA desa Bara tersebut. Dalam waktu dekat, Dinas LH akan mendatangi RSUD Dompu dan seluruh Puskesmas, untuk berdikusi terkait dengan persoalan ini.

“RSUD yang saya dengar memiliki alat Incinerator, tapi apakah digunakan atau tidak. Penggunaan alat itu juga tidak sembarang, loh harus yang memegang ijin,” tambahnya.

Di Indonesia bagian timur ini, sepengatahuan dirinya, tak satupun memegang ijin pengolahan limbah medis. Yang dia tahu, perusahaan pengolaan limbah medis itu hanya ada di Surabaya. Andi menyarankan RSUD Dompu dan Puskesmas, untuk melakukan kerja sama dengan perusahana pengolah sampah medis tersebut. Namun demikian, kerja sama itu, harus bisa dikawal dengan baik, agar benar-benar limbah medis itu, tidak akan mencemari lingkungan.

“Ada dokumen-dokumen yang disertakan, dari mulai pengankutan, pemusnahan hingga abunya didiapakan, harus tertuang dalam berita acara,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan, Gatot Gunawan mengakui jika saat ini penanganan sampah medis di puskesmas, tidak diperlakukan khusus. Sampah-sampah medis seperti selang infus, alat dan jarum suntik hanya dikumpulkan dan dikubur, yang sebelumnya diseterilkan menggunakan alkohol. Namun untuk sampah medis bekas perawatan luka seperti perban dan kapas, untuk penganannya terpaksa dibakar.

“Trafick penggunaan alat medis serti selang infusi, jarum suntik tidak terlalu tinggi di Puskesmas. Dalam sehari, paling juga satu, itu jika ada,” katanya.

Jadi, lanjut Gatot, penanganan limbah medis yang ada dipuskesmas, kecuali puskesmas kota yang menyediakan rawat inap, cukup dikubur atau di musnahakn dengan cara dibakar. Untuk penanganan limbah cair, di beberapa Puskesmas sudah dibanguna Instalasi Pengolaan Limbah (IPAL). Karena terbatasnya anggaran, untuk tahun 2017 ini hanya bisa dibangun 3 ipal di tiga puskesmas.

Dalam pengusulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan, Pemkab Dompu, sudah mengusulkan pengadaan Incinerator. Namun, saat realisasi dana DAK, usulan tersebut dicoret oleh Kementrian Kesehatan RI.

“Sementara jika kita paksakan membelinya, kan tidak bisa karena sudah ada ketentuanya dana DAK itu,” pungkasnya. (din/adm)

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI Mataram di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima, NTB. // WA :0813-5362-5075 // email : mujtahidin@rri.co.id. / didin74dompu@gmail.com // twitter : @didin_rri. // Telegram : @didin_rri_Mataram.

  • Tentang Editor

    RRI Mataram

    System Admin RRI Mataram

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00