• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Pembagian 3 Katagori Zakat Fitrah, Hoax

7 June
12:34 2017
0 Votes (0)

KBRN, Dompu : Publik di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dibingungkan dengan beredarnya julah rupiah pengganti beras dalam membayar zakat. Keputusan Bupati Dompu menetukan sebesar Rp. 22 ribu, namun beredar di Media Sosial dibagi 3 katagori dari Rp. 25 ribu hingga Rp. 35 ribu rupiah. 

Menyikapi itu, Kementrian Agama Kabupaten Dompu, memastikan berita yang beredar dimedia sosial terkait besarannya zakat fitrah, adalah hoax. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Dompu, H Syamsul Ilyas, Rabu (7/6/2017) menegaskan, pihaknya tidak pernah menggelar pertemuan dengan Baznas, Ormas Islam dan Pemkab terkait pembahasan besaran zakat fitrah tahun 2017. 

“Untuk menentukan besaran zakat fitrah berupa uang, merupakan kewenangan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Dompu. Dan kami disini tidak pernah menggelar pertemuan seperti yang disebutkan,” katanya.

Penetuan besaran uang pengganti beras untuk pembayaran zakat fitrah, merupakan murni hasil dari survey pasar yang dilakukan oleh Baznas. Umat Islam di Kabupaten Dompu, diminta untuk tidak mempercayainya dengan beredarnya isu tersebut, kecuali warga mengiklaskan sisanya untuk sedekah.

Terpisah, Wakil Ketua 4 Baznas Kabupaten Dompu, H Abdul Hamid Ishaka menegaskan, sesuai dengan keputusan bupati Dompu, nomor K.1/136/BAZNAS/DPU/IV/ 2017 menyebutkan, untuk zakat fitrah tahun 2017 ini beras seberat 2,5 kg atau senilai uang sebesar Rp. 22.000 per jiwa. Senada dengan Kepala Kemenag Dompu, Baznas juga membantah melakukan pertemuan dengan Ormas Islam, Pemkab Dompu dan Tokoh Masyarakat di Kantor Kemenag Dompu membahas besaran uang tersebut. 

Penentuan besaran rupiah dalam membayar zakat pengganti beras, merupakan murni hasil survey pasar yang dilakukan oleh Baznas terhadap perkembangan harga beras. Abdul Hamid meminta, agar tidak salah, warga diminta untuk menyalurkan zakat fitrahnya ke Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang tersebar di setiap desa.

“Berapapun yang akan dibayarkan untuk membauyar zakat fitrah, akan kami catat sesesar Rp. 22.000 seseuai dengan keputusan Bupati. Dan setiap umat membayar zakat fitrah ke UPZ-UPZ, selain tanda penerimaan zakat yang tercantum bersan yang harus dibaway, juga kita tunjukkan SK tersebut,” katanya.

Sebelumnya, santer beredar melaui media sosial di Kabupaten Dompu, bahwa Baznas, Pemkab dan Ormas Islam menggelar pertemuan di Kantor Kemenag Dompu. Pertemuan yang dilakukan pada tanggal 31 Mei 2017 itu, membahas penentuan besaran uang penganti beras. Dalam edaran yang sempat membingunkan warga itu, tertulis pembayaran zakat dengan menggunakan uang dibagi dalam tiga katagori. Untuk Katagori pertama sebesar Rp. 35.000, katagori dua mencapai Rp. 30.000 dan katagori ketiga mencapai Rp. 25.000. Tidak jelas maksud dari pemilihana katagori tersebut, namun yang jelas atas beredarnya berita itu, publik mengaku bingung. (din)

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI Mataram di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima, NTB. // WA :0813-5362-5075 // email : mujtahidin@rri.co.id. / didin74dompu@gmail.com // twitter : @didin_rri. // Telegram : @didin_rri_Mataram.

  • Tentang Editor

    RRI Mataram

    System Admin RRI Mataram

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00