• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Jangan Salah Persepsi Pidato Presiden

9 May
13:06 2017
0 Votes (0)

KBRN, Dompu : Pemkab Dompu, Nusa Tenggara Barat, di ingatkan untuk mencernah dengan baik pidato Presiden RI Joko Widodo, saat Pembukaan Penas KTNA XV di Aceh. Pasalnya, saat ini di Kabupaten Dompu, sudah tidak ada lagi lahan yang bisa digunakan untuk perluasan areal tanaman jagung. Jika tidak diantisipasi, dikawatirkan petani akan melakukan pembebatan hutan lindung, untuk mewujudkan pidato Presiden Joko Widodo itu.

Pidato Presiden RI dalam pembukaan Pekan Nasional Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Banda Aceh, untuk dimaknahi cerdas. Perluasan areal tanam yang diminta Presiden, sudah tidak bisa dilakukan di Kabupaten Dompu. Jika hal itu dipaksakan, sasaran hutan lindung yang akan menjadi korban perladangan oleh petani jagung, untuk memperluas areal tanaman jagung.

Direktur Lembaga Pengkajian, Pengembangan dan Perlindungan SDA Dompu, Imansyah Soebari, Selasa (9/5/2017) meminta, Pemerintah Kabupaten Dompu, untuk memberikan data yang real ke Pemerintah Pusat, agar tidak ada lagi hutan lindung yang dikorbankan.

“Jika memang harus ada perluasan, Pemerintah Daerah harus mengajukan ijin pinjam pakai kawasan hutan ke Kementrian Kehutanan. Selama ijin itu belum keluar, maka petani dilarang keras melakukan pembabatan hutan. Di Kementrian Kehutanan kan ada bidang Planologi yang akan melakukan kajian terlebih dahulu,” katanya.

Sebelumnya, dalam memberikan sambutan pembukaan Penas KTNA di Aceh, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi terkait pengembangan jagung di Kabupaten Dompu. Luas area tanam yang ada saat ini, Presiden meminta untuk ditambah. Jika dengan luasan 49 ribu hektar sudah meningkatkan roda perekonomian Kabupaten Dompu, maka jika ada penambahan, dipastikan ekonomi sekitar Dompu, juga akan terangkat.

Namun sayangnya, saat ini di Kabupaten Dompu, sudah tidak ada lagi lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk perlausan tanaman jagung. Bahkan petani dibeberapa wilayah, sudah menggunakan Hutan Tanaman Industri (HTI), menjadi sasaran luasan areal tanaman jagung.

“Jangan sampai hutan lindung itu jadi korban lagi,” pungkas Imansyah Soebari. (din)

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI Mataram di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima, NTB. // WA :0813-5362-5075 // email : mujtahidin@rri.co.id. / didin74dompu@gmail.com // twitter : @didin_rri. // Telegram : @didin_rri_Mataram.

  • Tentang Editor

    RRI Mataram

    System Admin RRI Mataram

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00