• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pilkada Serentak

Presiden Atensi Kasus K2 Dompu

22 March
16:48 2017
0 Votes (0)

KBRN, Dompu : Presiden RI, H Joko Widodo, memberikan atensi yang tinggi atas penyelesaian kasus dugaan korupsi pengadaan CPNS Jalur K2 di Kabupaten Dompu, Nusa Tengga Barat. Keluarnya atensi yang ditujukan kepada Kemendagri itu, membalas surat DPRD Dompu, terkait penyelesaian kasus K2 yang kini ditangani Polda NTB, belum juga menujukkan hasilnya.

Kasus dugaan korupsi pengadaan CPNS melaui jalur Katagori Dua (K2), mendapat perhatian serius Presiden RI Joko Widodo. Dalam menjawab surat DPRD Dompu tertanggal 9 Januari lalu, Presiden memerintahkan untuk percepatan penangan kasus CPN K2, yang kini ditangani Polda NTB.

Ketua DPRD Dompu, Yuliadin, Rabu (22/3/2017) menegaskan surat yang dikirimakn ke Presiden itu, bukan untuk mencari siapa yang salah, namun semata-mata untuk menghentikan fitnah yang berimbas kepada ketidak tenangan Aparatus SIpil Negara (ASN) Kabupaten Dompu, dalam bekerja.

“Kami tidak mencari-cari siapa yang salah, tapi bagaimana kasus ini agar tidak menimbulkan fitnah saja. Langkah kami ya akan terus melakukan pengawasan dan meminta Kapolda NTB, segera menuntaskan kasus ini,” katanya.

Jika dalam penyelidikan Polda NTB, lanjut Yuliadin, sudah terindikasi tindak pidana korupsi dan penyelagunaan kewenangan, maka diminta untuk segera ditetapkan tersangkanya. Namun jika dalam prosesnya ternyata tidak bisa dilajutkan karena tidak cukup bukti, diminta untuk dikelaurkan SP3.

Pasalnya, dengan berlarut-larutnya kasus ini tanpa adanya kejelasan, menimbulkan persepsi yang berbeda di masyarakat. Selain itu, dengan berlarut-larutnya kasus ini, juga menimbulkan instabilitas daerah terganggu, karena adanya saling kecurigaan. Bahkan, antara tenaga CPNS baik yang dinyatakn TMK maupun tidak dan K2 yang tidak lolos, memunculkan ketegangan. Ketidak tenagan dalam bekerja juga dirasakan oleh beberapa pejabat yang sudah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik Polda NTB.

“Yang dirugikan ya kembali rakyat, karena pelayannanya bisa terganggu,” pungkasnya. (din)

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI Mataram di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima, NTB. // WA :0813-5362-5075 // email : mujtahidin@rri.co.id. / didin74dompu@gmail.com // twitter : @didin_rri. // Telegram : @didin_rri_Mataram.

  • Tentang Editor

    RRI Mataram

    System Admin RRI Mataram

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview

Berita Terpopuler

Berita Terfavorit

00:00:00 / 00:00:00