• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Gaya Hidup

Katente Dan Seremba Tembe Akan Pecahkan Rekor Muri

10 March
12:53 2017
1 Votes (2)

KBRN, Dompu : Setelah sukses memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan pakaian Rimpu pada ajang Tambora Menyapa Dunia 2015, pada Festival Pesona Tambora 2017 mendatang, Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, akan kembali memecahkan rekor busana khas daerah. 15 ribu Busana Katente dan Seremba Tembe, pakaian khas warga Dompu khusus laki-laki, akan dicacatkan dalam rekor Muri sebagai salah satu rangakain event tahunan itu.

Jika pada peringatan 200 tahun meletusnya Tambora, Pemkab Dompu berhasil mencetak rekor Muri dengan 13.009 perempuan berbusa Rimpu, kini pada Festival Pesona Tambora 2017, Seremba Dan Ketente Tembe, sebagai busana khas laki-laki Suku Mbojo, akan dipecahkan. Bupati Dompu, H Bambang M Yasin, Jum’at (10/3/2017) mengatakan kegiatan yang dikemas dalam Pawai Budaya 1 April 2017 mendatang dengan memecahkan rekor yang pernah diciptakan Kabupaten Ngawi di Jawa Timur. Kegiatan ini, selain ingin memecahkan rekor Muri juga dihajatkan untuk membangkitkan kebudayaan masyarakat Dompu, khususnya dalam berbusana.

“Kegiatan ini selain untuk menyemarakkan Festival Pesona Tambora 2017, juga untuk membangkitkan kebudayaan Dompu dan yang terpenting, mempromosikan Tembe Ngoli, sebagai karya Dompu,” katanya.

Ketente atau mengenakan kain sarung dan Seremba atau menyelempang kain sarung, merupakan gaya berbusana khas kaun laki-laki di kabupaten Dompu. Seiring majunya dan perkembangan budaya berbusana, Ketente dan Seremba Tembe, sudah mulai ditinggalkan masyarakat Dompu, apalagi generasi muda. 

Selain mengengkat kembali kebudayaan Dompu, khususnya berbusana, kegiatan ini juga untuk membangkitkan kembali kerajinan Tembe Nggoli, yang sembat redup akibat kalah bersaing dengan produk luar. 

“Tembe Nggoli atau kain sarung khas Dompu, sempat menjadi primadona oleh-oleh wisatawan luar yang berkunjung ke Kabupaten Dompu,” tambahnya. 

Bahkan, Pemerintah Kabupaten Dompu, pada tahun 2008, menetapkan desa Ranggo sebagai desa budaya karena masih mempertahankan produksi kerajinan Tembbe Nggoli hingga kini. Satu potong kain sarung dengan motif dan bahan yang khas, dihargai sebesar Rp. 200 ribu. Untuk kegiatan ini, masing-masing orang membutuhkan dua buah kaing sarung atau dalam bahasa lokal disebut Tembe Nggoli.

Pemecahan rekor Ketente dan Seremba Tembe ini, akan dikemas dalam sebuah tarian kolosal yang menggambarkan masyarakat Dompu yang bergembira akibat kesejahteraan hasil bumi yang meningkat. Direncanakan, kegiatan ini akan diikutin oleh seluruh masyarakat Dompu, yang direncanakan akan digelar di kawasan Doroncanga, lereng Gunung Tambora di Kecamatan Pekat. (din)

  • Tentang Penulis

    Mujtahidin

    Reporter RRI Mataram di Kabupaten Dompu, Bima dan Kota Bima, NTB. // WA :0813-5362-5075 // email : mujtahidin@rri.co.id. / didin74dompu@gmail.com // twitter : @didin_rri. // Telegram : @didin_rri_Mataram.

  • Tentang Editor

    RRI Mataram

    System Admin RRI Mataram

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00