• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

TNI-POLRI

Ngamuk Pakai Sajam Saat Pilkades , YL diringkus Polisi

4 December
13:53 2019
2 Votes (4.5)

KBRN, Talaud : Kepolisian Resor ( Polres )  Kepulauan Talaud dalam pengamanan Pemilihan Kepala Desa yang tengah berlangsung di 48 Desa di Kabupaten Kepulauan Talaud pada Rabu, (4/12) itu, berhasil meringkus seorang pelaku yang  dengan menggunakan senjata tajam ( sajam )  mengacau proses pesta demokrasi di tingkat desa khususnya di desa Rae, kecamatan Beo Utara.

Kabagops Polres Kepulauan Talaud Kompol Dikson Malensang melalui Kasat Reskrim Polres Kepulauan Talaud Iptu Muhammad Maulana Mi'raj membenarkan  bahwa tim khusus ( timsus)  Polres Kepulauan Talaud telah mengamankan seorang pelaku berinisial YL alias Yakobus yang mengacau proses Pilkades di desanya.

"Pelaku YL mengamuk dengan menggunakan senjata tajam berupa tumbak dan sebilah pisau saat proses pilkades berlangsung di desa rae," ungkap Kasat Reskrim

Dikatakan Kasat Reskrim,  perbuatan pelaku tersebut dilakukan atas dasar ketidak puasan karena  istrinya tidak di ikut sertakan dalam proses pemilihan kepala desa.

"Tindakan tersebut dilakukan atas dasar ketidak puasan istri dari pelaku yang tidak disertakan dalam proses pemilihan kepala desa dikarnakan istri dari pelaku masih menggunakan KTP model lama," terang Mi'raj

Meski demikian, pelaku yang melancarkan aksi protesnya dengan cara yang tidak wajar bahkan mengancam nyawa orang lain serta mengganggu keamanan dalam proses Pilkades tersebut harus diamankan timsus dan personil sabhara Polres Kepulauan Talaud.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan, guna proses lebih lanjut," katanya

Menyikapi  peristiwa tersebut, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Prasetya Sejati, SIK melalui Kabagops Dikson Malensang kembali mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendukung proses Pilkades yang berlangsung di seluruh wilayah yang melaksanakannya dengan menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.

"Protes ada tempatnya. Jangan anarkis apalagi mengancam nyawa orang lain. Perbedaan adalah hal yang biasa, namun mari kita jadikan sebuah perbedaan itu adalah satu kekuatan dengan menciptakan situasi yang aman dan kondusif, mendukung proses yang sedang berlangsung. Di 48 desa sedang melangsungkan pesta demokrasi, yang artinya mari kita merayakan ini selaknya sebuah pesta dengan penuh keceriaan dan mengedepankan rasa persaudaraan," imbau Malensang.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00