• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Minahasa Utara

Lomba Roda Sapi Pacu di Minut Banjir Peserta

15 March
18:29 2019
2 Votes (5)

KBRN, Minut : Mengangkat potensi budaya daerah khususnya olahraga tradisional roda sapi pacu, Persatuan Olahraga Tradisional Roda Sapi Pacu (Pordasap) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Minut menggelar lomba roda sapi pacu di Desa Kolongan Kecamatan Kalawat, kamis (14/3/2019).

Dalam lomba roda sapi pacu tersebut mempertandingkan beberapa nomor antara lain Kelas Pemula (sapi belum pernah lari) 200 meter, Kelas Pernah lari 10 meter,  150 meter, 2000 meter dan kelas bergengsi 250 meter dengan Peserta sebanyak 55 pasang sapi yang berasal dari Provinsi Gorontalo, Kabupaten Minahasa, Kota Manado Kota Bitung dan Minut sebagai tuan rumah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dr. Sandra Rottie yang diwakili oleh Kepala Bidang Budaya Drs Gerald Katili MSi saat membuka kegiatan tersebut menyatakan lomba roda sapi memiliki nilai nilai keberagaman dan sarana peningkatan budaya tradisional yang sudah seharusnya dilestarikan.

“Olahraga Tradisional Roda Sapi Pacu ini merupakan salahsatu kearifan local yang sudah turun temurun di Bumi Tonsea, olehnya Pihak Dinas Pariwisata sangat konsen untuk mendukung kegiatan ini. Dengan lomba ini selain melestarikan warisan budaya juga mengandung edukasi nilai-nilai etika dan saling menghormati dan dapat dijadikan agenda tahunan yang bisa dijual sebagai hiburan bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Minut," tandas Katili.

Sementara itu Ketua Panitia Winovel Lotulung S.Sos mengatakan lomba roda sapi pacu ini dilaksanakan sampai dengan Sabtu (16/3) dengan menggunakan metode  peserta takluk terhadap keputusan tiga orang juri yang ditunjuk oleh panitia.

"Keputusan juri mutlak dan peserta bukan hanya dari minut tapi juga daerah lain termasuk profinsi gorontalo, Partai puncak atau partai final akan digelar pada sabtu nanti,” jelas Lotulung didampingi Sekretaris Leopold Bokong.

Hal unik saat ivent lomba roda sapi pacu ini dihelat,  terlihat saat lomba dinomor sapi pemula jarak satu meter, dimana sapi beserta roda yang masing-masing dikendalikan oleh seorang joki di lintasan 1, 2 dan 3 masuk garis finish hampir bersamaan. Menurut pengamatan ketiga juri di panggung kehormatan yang mengamati garis finish sapi di lintasan 1 dan 3 masuk bersamaan dan keluar sebagai pemenang meskipun dengan selisih jarak yang sangat tipis. Keputusan inipun langsung diterima tanpa ada protes. Panitia memberikan kesempatan untuk protes sebelum pelaksanaan lomba lari di tiap rit.
Uniknya lomba olahraga tradisional sapi pacu ini tidak menggunakan teknologi foto finish seperti yang biasa digunakan dalam olahraga lainnya.

(Day)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00