• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kabar Malang Raya

Rawan Longsor, Pemkot Malang Bakal Lakukan Penataan Rumah di Bantaran Sungai

25 February
14:21 2020

KBRN, Malang: Longsor yang kerap terjadi di permukiman warga bantaran sungai membuat Pemerintah Kota Malang harus segera melakukan penataan bangunan warga. Selain membahayakan, permukiman di bantaran sungai juga menyalahi aturan. 

Walikota Malang, Sutiaji mengatakan, permasalah di bantaran dan DAS Brantas ini sebenarnya bukan wewenang Pemkot Malang. Namun pihaknya mengaku tidak akan tinggal diam melihat peristiwa longsor yang kerap terjadi di musim hujan. ”Kalau terkait ke bencananya ya kita tetep harus bertindak. Tetapi saya tidak bisa ngomong banyak klo di sepadan sungai itu,“ kata Sutiaji di sela pemantauan lokasi longsor di kawasan Jalan Muharto, Selasa (25/2/2020).

Menurut Sutiaji, sebenarnya Pemkot Malang sudah punya program Kementrian PU dengan anggaran Rp 50 juta untuk satu rumah. Namun, program ini tidak diperuntukkan bagi rumah yang berada di sempadan sungai. ”Ini dibuat pilot project di Jatim, yang ditunjuk hanya di Kota Malang. Kalau rumah di sempadan sungai bukan di wilayah otoritas kami. Tetapi kami akan lakukan dulu normalisasi, dulu kan kita punya simulasi. Jadi kita beli rumah di atas itu, kita buat rusunawa jadi orang tidak pindah jauh, tetapi di tempat sini aja,” tuturnya. 

Selain upaya pemerintah, Walikota juga berharap kesadaran masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.  ”Karena ini sudah berada di sepadan sungai itu sudah berpuluh-puluh tahun dia nempatin di sini, maka saya kira kesadaran masyarakat sajalah. Kalau buang limbah rumah tangga tidak di sungai. Apalagi kalay limbah rumah tangga agak keras, bisa mengikis tanah, plengsengan pun bisa terkikis,” ujar Sutiaji.

Terkait penindakan longsornya plengesengan di rumah warga Muharto, ia mengungkpkanj jika sementara ini akan dipasang Sesek. Akibat longsor tersebut enam bagian belakang rumah warga ambrol. “Sementara kedaruratan pemasangan dipasang sesek. Supaya tidak kena air, nanti pakai terpal, skenarionya seperti itu,” pungkasnya.

00:00:00 / 00:00:00