• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Life Style & Info Publik

Kursi Penghilang Stress Buatan Mahasiswa UMM Raih Penghargaan Ajang Inovasi ASEAN

21 February
12:52 2020

KBRN, Malang: Beban kerja dan dinamika kehidupan memicu gejala stress. Jika gejala stress dibiarkan, maka stress berlebihan bisa menyebabkan depresi bahkan gangguan kejiwaan. Namun kini kita tak perlu khawatir, sebab sejumlah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil merancang media penghilang stress.

Bahkan temuan bertajuk 'Terapi Penghilang Stres dengan Kursi Musik Alami' ini telah berhasil memenangi ajang ASEAN Innovation Science and Entrepreneur Fair 2020 di BG Junction Bubutan Surabaya, 14-16 Februari 2020 lalu. Inovasi yang meraih Silver Medal ini . Inovasi teknologi berbasis kewirausahaan ini merupakan rancangan dari Dicky Marcellino Akbar, Ardi BC, Kholil Maharno, Hadi Purnomo, Revaldo Yuanda. 

Salah seorang mahasiswa, Dicky Marcellino mengungkapkan, kursi ini menggunakan audio dan arduino (sebuah platform komputasi) serta sensor jarak sebagai pendeteksi. "ketika pengguna duduk untuk kemudian secara otomatis kursi akan memainkan musiknya. Sedangkan pada pusat tertentu pada kursi yang digunakan getaran dengan modul getar dan arduino sebagai terapi," kata Dicky, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, ketika seseorang merasakan stres, tubuh membacanya sebagai sebuah serangan atau ancaman. Seseorang melindungi diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon stres, seperti adrenalin, kortisol, dan norepinefrin. 

“Peningkatan hormon pada tubuh penyebab stres ini membuat jantung menjadi berdetak kencang, karena denyut jantung yang semakin meningkat, napas jadi lebih cepat dan singkat, otot-otot menegang, tekanan darah naik, mudah cemas, sulit tidur, hingga sulit berpikir jernih,” sambung Dicky. 

Hipotesis kelompok ini menyatakan, antara intensitas mendengarkan musik dan stres seseorang menggunakan metode uji Kendall’s disimpulkan bahwa mendengarkan musik dapat menurunkan stres. 

"Semakin lama duduk di kursi ini, pengguna akan semakin merasa santai, hingga turun tekanan darahnya. Kami sudah melakukan ujicoba selama 30 menit hingga 2 jam. Kursi ini juga disarankan untuk orang yang menderita hipertensi," tandasnya. 

Para mahasiswa berharap, investor atau pengusaha dapat menginvestasikan modalnya untuk mendukung pembuatan kursi ini. Sehingga teknologi ini bisa didup,ikasi dan digunakan orang banyak.

Salah seorang pengguna kursi, Santi mengaku merasa tenang setelah duduk di kursi anti stress ini. Menurutnya, paduan musik dan terapi relaksasi pijat dalam teknologi buatan mahasiswa UMM ini bisa membuat pikiran menjadi tenang.

"Bahkan saya sempat mengantuk saat duduk di kursi itu, ada alunan musik dan suara burung. Bikin tenang dan menghilangkan stress," tandasnya.   

00:00:00 / 00:00:00