• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Dampak Corona, Industri Mainan Jatim Dihadapkan Efek Domino

20 February
13:00 2020

KBRN, Malang : Industri mainan di Jawa Timur menyebut kondisi wabah virus corona dapat menjadi peluang untuk meningkatkan penjualan tetapi juga menghasilkan tantangan besar lantaran sulitnya mendapatkan bahan baku impor.

Ketua Bidang Mainan Kayu, Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) Indonesia, Winata Riangsaputra mengatakan adanya wabah virus yang membuat akses ekspor-impor ke China ditutup itu diperkirakan bisa menurunkan kinerja impor mainan sampai 15 persen di kuartal I tahun 2020, " Selama ini yang menjadi pesaing besar industri kita adalah produk impor terutama dari China. Kondisi ini tentunya menjadi peluang bagi kami di pasar domestik, apalagi produk industri kami sudah memiliki SNI, " katanya.(20/02/2020)

" Saat ini masih banyak sisa produk mainan impor China yang beredar di pasaran bahkan tidak memiliki label SNI. Umumnya produk-produk impor non-SNI itu dijual melalui online yang masih menjadi tantangan bagi industri, " imbuhnya.

Di sisi lain, kata Winata, industri mainan sendiri masih sangat bergantung pada bahan baku impor yang diakui banyak datang dari China karena harganya lebih murah sehingga mampu menekan biaya produksi di Indonesia. Penutupan akses ekspor-impor ke China ini pun akhirnya menghambat proses produksi karena kurangnya bahan baku misalnya kain untuk boneka, magnet, dan baut.

" Namun kebutuhan bahan baku untuk produksi mainan ini bervariasi, bergantung jenis mainannya. Kalau untuk mainan boneka kebutuhan bahan baku impornya bisa 80 persen, mainan kayu 60 persen dan mainan plastik box butuhnya 40 persen, " jelasnya.

Menurutnya, pengusaha kemungkinan akan mengambil bahan baku alternatif dari negara lain seperti Thailand, Taiwan, dan Korea Selatan atau bahkan bisa jadi menunda pembelian bahan baku sampai supplier bahan baku China kembali buka, " Hambatan industri mainan dengan orientasi ekspor juga terjadi, pasalnya terjadi pembatalan beberapa event pameran di China, termasuk pameran di Indonesia pada Maret 2020 ditunda menjadi September 2020, " tutup Winata.(Van)

00:00:00 / 00:00:00