• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Jelang Imlek, Penjualan Lampion Belum Naik Secara Signifikan

16 January
16:22 2020
0 Votes (0)

KBRN, Malang : Lampion menjadi salah satu langganan aksesoris khas di tahun baru Imlek. Namun ternyata, kurang dari dua pekan jelang imlek tiba, order pemesanan lampion masih biasa - biasa saja, belum nampak adanya lonjakan pesanan seperti di tahun lalu.

Sejumlah pengerajin di kampung lampion Jalan Ir Juanda mengatakan memang saat ini orderan termasuk dalam kategori ramai. Namun tidak seramai yang dibayangkan. Salah satu pengerajin, Ahmad Prasetyawan, pria yang telah bergelut menjadi pengerajin sejak 20 tahun silam, mengaku orderan jelang imlek jumlahnya stagnan sejak Agustus 2019. Jika sebelumnya perbulan terjual 500 lampion, sejak Agustus 2019 lalu penjualan per bulan mencapai 1000 lampion, " Kalau Agustus kemarin mungkin karena hari kemerdekaan. Jadi ada 1000 lampion yang terjual, bulan selanjutnya paling naik turun 100 lampion, " katanya.(16/01/2020)

Untuk model katanya, bentuk bulat dan oval masih menjadi pilihan yang laris manis. Dihargai mulai Rp 10 ribu hingga Rp 3 juta untuk lampion polos dengan bahan kertas. Ukuran diameter 35 cm dengan harga Rp 30 ribu diakuinya menjadi varian yang paling diburu, " Ukurannya sedang. Cocok untuk di rumah atau di pasang di sekitar kampung. Jadi itu adalah varian yang paling laku, " ucapnya.

Jelang Imlek ini ia mengaku memproduksi 1000 lampion per bulan. Tidak hanya melayani pemesanan domestik, ia juga menerima orderan 3000 lampion dari orang Indonesia yang berjualan lampion di Belanda, " Sudah langganan kira-kira sejak 5 tahun yang lalu. Dia rutin memang pesan ke sini untuk dijual ke Belanda, " pungkasnya.(Van)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00