• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Life Style & Info Publik

Warga Kota Malang Keluhkan Terhambatnya Layanan Air Bersih

14 January
14:55 2020
1 Votes (5)

KBRN, Malang: Layanan air bersih yang dikelola oleh Perumda Tugu Tirta Kota Malang menuai keluhan masyarakat. Sejak pekan lalu, air yang mengalir ke rumah pelanggan seringkali terhenti. Akibatnya, pelanggan merasa dirugikan akibat kesulitan mendapatkan akses air bersih.

Salah seorang warga Kedungkandang, Taufik misalnya. Ia mengaku aliran air di lingkungan perumahannya sudah mati sejak dua minggu terakhir. "Terkadang menyala satu sampai dua jam, lalu mati lagi," katanya, Selasa (14/01/2020).

Warga pun resah lantaran air sering tidak mengalir. Tak ada kejelasan mengenai alasan pasti terganggunya layanan ini. Pasalnya, warga sudah rutin membayar tagihan air. Ketika terlambat membayar pun, pelanggan harus membayar sejumlah denda. 

"Kami resah kenapa sering mati, karena ketika mati juga kompensasinya tidak ada. Kewajiban sudah kita penuhi dnegan bayar tagihanm tteapi hak tidak kami dapatkan secara untuh," tegasnya.

"Saat air mati beberapa hari, tagihan pembayarannya juga tetap sama. Seharusnya ada diskon sebagai bentuk kompensasi karena layanannya terganggu," ungkap Taufiq.

Hal serupa juga dirasakan Daningtyas, warga Sukun. Sebagai pelannggan, ia sebagai warga merasa dirugikan akibat gangguan pelayanan ini. "Di Sukun, air sudah sejak minggu lalu sampai hari ini," ujarnya.

Karena beberapa hari tidak mendapatkan aliran air bersih, Daning pun memilih untuk mengungsi di rumah orang tuanya yang berada di kawasan Arjosari. Namun, ternyata aliran air di daerah tersebut juga terganggu. 

"Mengapa sering mati, kita pelanggan kalau terlambat membayar didenda, bahkan alirannya dicabut. Tetapi layanannya mengecewakan. Jangan sering seperti ini lah, kita bayar tagihan air juga tidak murah," ucapnya geram.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Mukhlas memohon maaf pada pelanggan terdampak. Menurutnya, gangguan layanan itu disebabkan tekanan debit air lebih tinggi massa atau tekanannya daripada kemampuan penampang pipa yang terlewati. 

"Untuk menghindari kebocoran dan kerusakan yang lebih parah, maka langkah teknis adalah menurunkan aliran debit air, dan itu berdampak kepada beberapa titik pelanggan khususnya di kawasan timur Kota Malang," ujarnya.

Namun upaya itu ternyata justru berdampak kebocoran pipa yang berlokasi di desa Pulungdowo Tumpang, Kabupaten Malang. "Saat upaya untuk menormalisasi pasokan air kemarin sore, ternyata pompa tak mampu menahan, sehingga terjadilah kebocoran hingga luapan air memenuhi jalan dan lokasi sekitar," tandasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00