• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pariwisata & Lingkungan Hidup

Satu Mahasiswa, Sumbang Satu Pohon

10 January
11:59 2020
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Penanaman pohon atau reboisasi gencar dilakukan sebagai upaya mengatasi banjir. Selain di lingkungan kepolisian, Pemerintah Kota Malang pun berupaya menggencarkan reboisasi. Bahkan, Pemkot Malang akan mengeluarkan kebijakan satu mahasiswa, satu pohon.

Kebijakan itu diterapkan mengingat Kota Malang sebagai salah satu kota pendidikan menjadi tempat jujukan pelajar atau mahasiswa dari luar Malang. “Saya akan kumpulkan rektor-rektor untuk mengeluarkan kebijakan agar semua mahasiswa baru yang datang ke Malang membawa satu batang pohon,” kata Walikota Malang, Sutiaji di sela kegiatan penanaman pohon yang digelar di Mapolresta Malang Kota, Jumat (10/01/2020).

Menurutnya, bencana yang terjadi di lingkungan masyarakat banyak disebabkan oleh faktor kesalahan manusia yang tidak mampu menjaga keseimbangan alam. ”Bencana banjir akibat ulah manusia yang tidak bisa merawat alam semesta, jadi sekarang saatnya manusia berkontribusi merawat alam,” tuturnya.

Tak hanya mahasiswa, masyarakat umum juga diminta menyumbangkan tanaman. Konsepnya seperti yang telah diterapkan di kampung Glintung Go Green (3G). Yakni, masyarakat yang ingin mengurus surat menyurat administrasi kependudukan, harus menyiapkan pohon. “Jadi membawa tanaman menjadi salah satu syarat ketika masyarakat ingin mengurus surat menyurat,” ungkap Sutiaji.

Selain mencegah banjir, reboisasi ini juga upaya untuk mengembalikan iklim Kota Malang yang tak lagi dingin. “Semua lahan-lahan kosong akan kita tanami pohon, jadi upay tanam pohon ini serentak dengan program urban farming yang sekarang sudah berjalan di Kota Malang,” tandasnya.

Salah seorang mahasiswi pendatang, Ansiska menyambut baik upaya reboisasi yang dilakukan pemerintah. Namun ia berharap pemerintah tak hanya meminta sumbangan pohon dari masyarakat. Melainkan juga menyiapkan lahan terbuka hijau. “Percuma jika masyarakatnya diminta menyumbang tanaman, tetapi banyak lahan terbuka hijau yang dialihfungsikan jadi bangunan,” pungkas mahasiswi asal Blitar ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00