• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kabar Malang Raya

Ibu Kandung di Malang Diduga Sekap Empat Orang Anaknya Selama 7 Tahun

3 January
13:44 2020
1 Votes (3)

KBRN,Malang: Seorang Ibu kandung di desa Banjarejo RT 04 RT 02 Kecamatan Pakis Kabupaten Malang diduga melakukan penyekapan kepada empat orang anaknya selama hampir 7 tahun. 

Kapolsek Pakis, AKP Sutiyo membenarkan adanya penyekapan itu. Ia menjelaskan sekira pukul 09.00 wib, Jum'at (03/1/2020), pihaknya besama Muspika, Aparat Desa dan Dokter Puskesmas telah melakukan pengecekan ke rumah terduga pelaku penyekapan Artimunah (62) yang disinyalir melakukan penyekapan kepada keempat anak perempuannya di dalam rumahnya sendiri. 

" Memang benar setelah kami mendapat pengaduan dari warga dan melakukan pengecekan bersama Muspika dan perangkat desa di rumah Ibu Artimunah," ungkap AKP Sutiyo kepada RRI, Jumat (3/1/2020) siang.

Menurutnya, di dalam rumah itu ditemukan empat orang anaknya yang dikunci di dalam kamar, antara lain Asminiwati (45), Titin Yuliarsih (42), Virnawati (40), dan Anis Mufidah (36). Keempat orang yang disekap itu kondisinya terkunci di dalam kamar yang ada di rumah pelaku.

" Alhamdulilah setelah kami membujuk pelaku, diberikan kunci kamar dan kami buka," terangnya.

Dikatakan, pelaku dan keempat anaknya dievakuasi petugas dan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang untuk dilakukan pemeriksaan. Sutiyo menambahkan, tindakan evakuasi korban ke RSJ Lawang berdasarkan surat pengaduan oleh warga bahwa ada warga yang diduga disekap sekitar 7 tahun. Bahkan pengecekan yang dilakukan tim bersama dengan beberapa saksi yaitu Sunardi (46) dan warno (64) warga setempat.

" Kami bergerak cepat, begitu ada pengaduan langsung kami tindaklanjuti dna evakuasi untuk menyelamatkan jiwa," tambah Sutiyo. (Sp)

  • Tentang Penulis

    Syamsuddin Putra

    Reporter LPP RRI Malang-Sekali di Udara Tetap di Udara

  • Tentang Editor

    Syamsuddin Putra

    Reporter LPP RRI Malang-Sekali di Udara Tetap di Udara

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00