• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

LP Wanita Malang Waspadai Peredaran Narkoba dalam Lapas

26 December
08:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Lembaga pemasyarakatan kelas IIA Sukun Malang mengantisipasi peredaran narkoba di dalam lingkungan lapas. Antisipasi itu dilakukan dengan rutin melakukan penggeledahan barang-barang milik  warga binaan, serta melakukan tes urine bekerjasama dengan badan narkotika nasional (BNN).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sukun Malang, Ika Yusanti mengatakan, kewaswapadaan ini dilakukan untuk menyikapi isu bahwa terjadi peredaran narkoba di lingkungan lapas. "Ada isu yang mengatakan ada peredaran narkonba di lingkungan Lapas, jadi kita harus melakukan upaya antisipasi, khususnya di momen menjelang tahun baru seperti saat ini," kata Ika, Kamis (26/12/2019).

Apalagi beberapa waktu yang lalu, Satreskoba Polresta Malang Kota juga telah menangkap dua pemuda pengedar pil double L. Informasinya, barang haram itu diedarkan di sekitar Lingkungan LP Wanita Sukun Malang. "Meskipun dari penggeledahan dan tes urine tidak ditemukan warga binaan yang positif menggunakan narkoba, tetapi upaya antisipasi rutin dilakukan," ungkapnya. 

Pasalnya, sejak bulan Mei lalu, LP Wanita Sukun Malang menerima titipan warga binaan asal Bandung. "Dia narapidana yang terindikasi kuat melakukan penyalahgunaan narkoba di dalam lapas," tegas Ika.

Menurutnya, sebelum masuk LP Wanita Malang, narapidana tersebut telah melakukan assessment. "Dari hasil asessment itu, hasilnya tahanan tersebut masuk dalam kategori super maksimum security atau memiliki kemungkinan menyalahgunakan narkoba di dalam lapas. Sehingga kami memberikan perlakuan khusus," ujarnya.

"Perlakuan khusus itu adalah selama 23 jam dalam sel dan hanya satu jam boleh keluar. Tetapi Setelah melewati 4 bulan penanganan, ternyata sudah ada perubahan perilaku dari warga binaan tersebut. Sehingga kami memberikan pembinaan bertahap. Saat ini yang bersangkutan ditahan dalam kamar selama 20 jam sehari dan 4 jam  di luar kamar," imbuhnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00