• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DikSosBud & Iptek

Seleksi CPNS, Jabatan Pekerja Sosial di Kota Malang Minim Peminat

8 December
15:38 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bisanya diserbu masyarakat yang ingin mendaftar sebagai abdi negara. Namun di Kota Malang, ternyata satu posisi jabatan tidak memiliki pelamar satu pun hingga pendaftaran terakhir CPNS Kota Malang tahun ini ditutup. Jabatan tersebut adalah formasi untuk pekerja sosial. Padahal dalam perekrutan CPNS tahun ini, terdapat empat formasi yang dibuka.

"Dari 10.070 total pelamar yang berhasil masuk sebagai calon peserta seleksi CPNS Kota Malang tahun ini, jabatan untuk pekerja sosial inilah yang paling tidak diminati oleh pelamar," kata Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang, Nur Widianto. Minggu (8/12/2019).

Menurutnya, tidak hanya Jabatan Pekerja Sosial yang tidak ada peminatnya, namun terdapat dua jabatan lain yang masing-masing hanya memiliki jumlah satu orang pelamar. "Formasi yang minim peminat selain pekerja sosial adalah jabatan arsip aris dan analis angkutan darat. Kedua jabatan ini tersedia satu formasi," ungkapnya.

"Beberapa jabatan lain yang sepi peminat diantaranya ada analis manajemen lantas, pelaksana/terampil okupasi terapis, dan paramedik veteriner," imbuh pria yang kerap disapa Wiwid ini.

Sementara jabatan yang paling banyak pelamarnya adalah pengelola pengadaan barang dan jasa. Jabatan ini diisi oleh 2.372 pelamar yang harus memperebutkan hanya 15 formasi. "Selain itu, bidan juga paling banyak diminati karena memiliki jumlah pelamar mencapai 582 orang," katanya.

Untuk tahapan seleksi penerimaan CPNS, saat ini petugas masih melakukan verifikasi sampai dengan tanggal 12 Desember 2019. Verfikasi ini dilakukan guna menyaring kembali pelamar yang lolos syarat secara adminstratif atau tidak. "Setelah verifikasi administrasi ini selesai, nanti baru akan diumumkan calon peserta yang lolos tahapan seleksi," tandasnya. 


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00