• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Penyerapan APBN Bagus, Kunci Pengendalian Inflasi

4 December
15:02 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Penyerapan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang efisien dan akuntabel menjadi kunci pengendalian inflasi khususnya di daerah. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Wasto di sela penyerahan DIPA di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Malang, Rabu (4/12/2019). Untuk tahun anggaran 2020, sebanyak 163 satuan kerja (satker) di wilayah Malang Raya dan Pasuruan mendapatkan alokasi senilai Rp 8,9 triliun lebih.

“Mudah-mudahan dengan diserahkannya DIPA ini, proses lelang sudah bisa dilakukan. Pemkot Malang meminta OPD untuk segera melakukan proses awal lewat sistem informasi pengadaan. 

Harapannya Januari sudah maksimal dan harus kontrak untuk kegiatan yang sifatnya melalui jasa,” tuturnya.

Menurutnya, alokasi APBN dan APBD merupakan stimulus pertumbuhan ekonomi di masing-masing wilayah. Harapannya, satuan kerja lembaga/kementrian dapat mengatur irama keluarnya uang negara melalui APBN/APBD. Sehingga tidak menumpuk di akhir tahun. “Karena kalau menumpuk di akhir tahun akan berdampak pada inflasi di tahun itu. Inflasi yang tidak terkendali akan menyebabkan daya beli menurun, angka kemiskinan menjadi bertambah,” kata Wasto. 

Untuk menghindari penumpukan penggunaan anggaran di akhir tahun, maka irama penyerapan bulanan ini dikendalikan dan dipantau oleh pimpinan daerah. “Jadi kalau tugas negara bagaimana menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Perpindahan dari satu pihak ke pihak lain itu akan cepat, disitulah pertumbuh ekonomi jadi lebih mudah. Pertumbuhan ekonomi berdampak pada peluang kerja dan mengurangi kriminalitas,” ungkapnya.

Ketika ditanya soal besaran penyerapan anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Malang, Wasto masih belum bisa mengungkapkan. “Evaluasi dan realisasi baru bisa dilihat di akhir tahun, karena masih banyak kontrak-kontrak yang saat ini belum selesai masa kontraknya,” tandas Wasto. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00