• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DikSosBud & Iptek

Sistem Reformasi Birokrasi Pemda Dinilai Berjalan Lambat

27 November
19:39 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Sistem reformasi birokrasi pada pemerintahan daerah di Indonesia, khususnya di tingkat kabupaten/kota berjalan lambat. Hal itu jika dibandingkan dengan reformasi birokrasi di tingkat pemerintah pusat.

Hal tersebut diungkapkan pakar Administrasi Publik Universitas Brawijaya (UB), Oscar Radyan Danar, S.AP.,M.AP., Ph.D. Menurutnya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain minimnya pemahaman aparatur terhadap reformasi birokrasi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Selain itu, pemimpin di daerah tidak terlalu memahami bagaimana  proses reformasi birokrasi yang harusnya dilakukan sehinga jika pemimpin tidak memahami, maka anak buah tidak bisa bekerja maksimal," katanya, Rabu (27/11/2019).

Oscar mengungkapkan, meskipun mayoritas berjalan lambat dan perlu akselerasi, namun ada beberapa kepimpinan inovatif yang mendukung reformasi birokrasi seperti Yogyakarta, Surabaya dan Bandung. "Budaya melayani masih menjadi suatu kendala seorang aparatur karena paradigma aparatur sebagai seorang penguasa masih kuat," ungkap Oscar.

Perubahan budaya birokrasi, sambung Oscar, harus menjadi ruh dalam reformasi birokrasi sehingga pelaksanaan reformasi birokrasi tidak hanya diatas kertas saja. “Perubahan budaya birokrasi ini harus dilaksanakan oleh semua pemerintah daerah, termasuk pemerintah daerah di Malang Raya,” tegasnya.

Penilaian Oscar terhadap reformasi birokrasi tersebut dituangkanya dalam paper yang berjudul ’Progress and Challenge Administrative Reform in Indonesia: an Update’. Penelitian tersebut dinobatkan sebagai Naskah terbaik dalam konferensi Indonesian Association for Public Administration (IAPA) dan Asian Group for Public Administration (AGPA) 2019. "Saya berhasil memperoleh best paper di dalam forum ilmiah yang dihadiri oleh ratusan ilmuwan dari 14 negara,” tandas Oscar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00