• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Malang News

Kekeringan di Malang Raya, Pasokan Energi untuk Listrik di Jawa Menurun

19 November
16:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Menurunnya elevasi atau tinggi muka air di waduk Sutami berpengaruh terhadap pasokan energi untuk listrik di wilayah Jawa. Pasalnya, waduk Sutami menjadi salah satu pemasok produksi energi listrik yang dihasilkan PLTA Unit Pembangkitan (UP) Brantas. 

Kepala Bidang Stakeholder Management PT Pembangkit Jawa Bali (PJB), Doddy Nafiudin mengakui adanya penurunan volume air sejak Oktober 2019 akibat kekeringan yang terjadi di Malang Raya dan sekitarnya. "Akibat kekeringan ini generator tak bisa bergerak secara optimal, meskipun saat ini kondisi semua pembangkit di UP Brantas siap beroperasi," kata Doddy, Selasa (19/11/2019).

Menurutnya, sebulan teakhir ini kondisi inflow air yang masuk ke waduk kecil, sehinga produksi listrik menjadi berkurang. "Pasokan listrik Jawa Bali dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Brantas terancam terhenti bila sampai November ini air hujan gagal mengisi waduk sesuai pola," ungkapnya.

Saat ini, pihaknya memastikan produksi listrik Jawa Bali masih mencukupi kebutuhan saat beban puncak.  Kini pembangkit di UP Brantas setiap malam atau saat beban puncak beroperasi dengan beban sekitar 110 MW. Sedangkan saat pagi beroperasi dengan beban 45 MW. "Kami harus mengatur pola operasi PLTA Sutami dan PLTA lainnya. Mekanisme pengaturan pola air ini dilakukan agar PLTA tetap beroperasi pada saat pagi maupun malam hari," tegasnya.

Demi mengatasi persoalan menurunnya elevasi air di waduk Sutami, kini PT PJB bekerjasama dengan Perum Jasa Tirta I, TNI AU dan Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT) telah melakukan teknologi modifikasi cuaca (TMC). "Dilakukan hujan buatan untuk mengisi ketersediaan air di waduk Sutami," tandas Dodik.

Sementara itu,  Kepala Departemen Humas dan Informasi Publik Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) I, Didit Priambodo mengungkapkan, kini kondisi elevasi waduk terbesar di jawa Timur ini  tipis di atas pola. Jika sesuai pola elevasi waduk tersebut seharusnya 260,31 meter, maka per tanggal 18 November 2019, elevasinya terpantau berada di angka 260, 34 meter.  "Untuk menjaga elevasi, Perum Jasa Tirta I sebagai pengelola waduk Sutami berupaya mengatur pasokan air masuk atau inflow, serta air yang keluar atau outflow," pungkasnya. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00