• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Sunset Policy Kota Malang Himpun Pajak Daerah Hingga Rp 4 Miliar Lebih

19 November
16:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Program Sunset Policy IV yang digulirkan selama tiga bulan sejak 17 Agustus lalu akhirnya resmi berakhir. Program pemutihan denda Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh warga Bhumi Arema. Hasilnya, sebanyak 5.791 Wajib Pajak (WP) memanfaatkan program ini dengan nilai realisasi mencapai Rp 4.414.163.950.

Walikota Malang, Sutiaji mengapresiasi tingginya kesadaran warga Kota Malang memenuhi kewajiban perpajakannya. "Terima kasih atas apresiasi yang tinggi dari warga Kota Malang terhadap program Sunset Policy. Semoga bermanfaat bagi masyarakat dan juga demi pembangunan Kota Malang," katanya, Selasa (19/11/2019).

Dengan memanfaatkan program Sunset Policy, para WP PBB Perkotaan mendapat keringanan berupa penghapusan sanksi administrasi atau denda atas keterlambatan pelunasan PBB yang belum terbayar sejak tahun 1990’an hingga kurun waktu 2018. Bahkan ke depan, Pemkot Malang akan menerapkan kebijakan serupa tidak hanya untuk PBB.
 
“Kami telah mengkaji dan berupaya mematangkan Perda supaya Sunset Policy ke depan juga berlaku untuk pajak daerah lainnya tidak hanya PBB,” sambung Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang, Ade Herawanto.
 
Menurutnya, selain menambah pemasukan pajak daerah secara riil, Sunset Policy terbukti meningkatkan potensi pendapatan PBB di masa yang akan datang. "Karena kebijakan ini menstimulir para pemilik aset untuk memanfaatkan masa keringanan pajak," ungkapnya.
 
Dengan begitu, aset yang selama ini seperti tak bertuan menjadi diketahui pemiliknya. Ke depan, WP juga akan membayar kewajiban perpajakannya dengan lebih tertib karena tidak terbebani tunggakan. "Jika selama ini masih banyak WP yang tidak terpantau alamat dan objek pajaknya, maka sekarang dapat terlacak sehingga di tahun-tahun berikutnya mereka akan menjadi WP yang aktif dan taat pajak,” pungkas Ade. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00