• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Malang News

Kemarau Panjang, Elevasi Waduk Sutami Surut

19 November
13:01 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Musim kemarau panjang yang terjadi selama tahun 2019 berdampak pada kondisi elevasi atau tinggi muka air di waduk Sutami, Kabupaten Malang. Bahkan, kini kondisi elevasi waduk terbesar di jawa Timur ini  tipis di atas pola. Jika sesuai pola elevasi waduk tersebut seharusnya 260,31 meter, maka per tanggal 18 November 2019, elevasinya terpantau berada di angka 260, 34 meter. 

"Elevasi menurun memang benar, karena memang curah hujan belum tinggi sampai dengan saat ini. Kondisi saat ini sedikit berada di atas pola, namun kita terus berupaya menjaga supaya elevasi itu bisa sesuai dengan pola," kata  Kepala Departemen Humas dan Informasi Publik Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) I, Didit Priambodo, Selasa (19/11/2019).

Menurutnya, dalam menjaga elevasi, Peruma Jasa Tirta I sebagai pengelola waduk Sutami berupaya mengatur pasokan air masuk atau inflow, serta air yang keluar atau outflow.

"Kalau besaran inflow-nya tinggi, tentunya elevasi waduk akan cenderung naik. Namun karena memang kondisi aaat ini curah hujan masih rendah, sehingga untuk menjaga elevasi waduk kita lakukan penyesuaian di outflownya," ungkapnya. (Foto: Antara)

Penyesuaian outflow itu, sambung Didit, dilakukan dengan cara mengurangi pasokan air untuk irigasi secara proporsional. Sebab, priorotas utama outflow bendungan adalah untuk menjaga pasokan air baku atau air bersih untuk masyarakat.

"Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) sudah duduk bersama untuk membahas dan menyikapi kondisi ini. Caranya dengan melakukan penyesuaian alokasi airnya, prioritasnya kebutuhan air bersih. Sementara posisi hilir DAS Brantas ini berada di wilayah Surabaya, sehingga kami berusaha menjaga supaya elevasi yang masuk masih cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih," tutur Didit. 
 

Pihaknya berharap hujan buatan yang dilakukan bersama Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BBTMC-BPPT) dapat memenuhi kebutuhan air di waduk. Hujan buatan ini difokuskan pada DAS Brantas di wilayah Malang Raya.

"Curah hujan yang turun masih rendah atau berada di bawah normal. Seharusnya hujan pertama terjadi pada Oktober lalu, namun hingga pertengahan November hujan di Malang Raya belum optimal," tandas Didit.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00