• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Lazada Siapkan Manajemen Logistik Bagi Pelaku UKM Jawa Timur

15 November
16:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang : Perusahaan e-commerce Lazada membidik pelaku usaha kecil menengah (UKM) Jawa Timur melalui layanan Fulfillment by Lazada (FBL) yang tersedia di setiap gudang Lazada.

Head of Surabaya Warehouse Lazada, Guntur Wasiso mengatakan Lazada saat ini telah memiliki 12 gudang yang tersebar di Indonesia, 2 diantaranya ada di Jawa Timur, " Kapasitas gudang yakni sekitar 9.000 m2 yang mampu menampung sekitar 1 juta item barang, gudang itu ada di Sidoarjo" katanya.(15/11/2019)

Namun, lanjut Guntur, tingkat keterisian gudang Lazada saat ini masih sangat kecil yakni sekitar 300.000 item, dan telah melayani atau mengelola pesanan sekitar 70.000 item barang per hari. 

Dari jumlah item barang yang ada di dalam gudang tersebut, sebanyak 70 persen dikontribusi oleh barang jenis ritel besar seperti produk fesyen, kesehatan dan kecantikan, dan 30 persen barang atau produk UKM.

Dia mengatakan dalam unit gudang ini, Lazada telah memiliki layanan FBL yang bisa dimanfaatkan oleh para UKM untuk menyimpan barang dagangannya sekaligus bisa melakukan pengemasan agar lebih efisien, " FBL ini adalah layanan manajemen logistik yang kami sediakan untuk membantu pelaku usaha dalam mengelola operasional bisnis, " terang Guntur.

Adapun layanan FBL ini mencakup jasa penyediaan pick up barang dari tempat seller, penyediaan gudang penyimpanan untuk barang seller, penyediaan packing barang untuk seller, pelaksanaan pengiriman barang ke pelanggan lewat rekan logistik Lazada, dan juga melayani retur barang dari pelanggan ke gudang Lazada.

" Dengan begitu pelaku UKM tidak perlu repot mengoperasikan barangnya, dan mereka justru bisa menggunakan waktunya untuk pengembangan bisnisnya, misalnya fokus pada promosi dan pemasarannya," jelasnya.

SVP Traffic Operations Lazada, Haikal Bekti Anggoro menambahkan saat ini memang masih banyak UKM yang belum memanfaatkan gudang dan layanan FBL lantaran merasa takut dikenakan charge untuk masuk ke gudang, " Padahal biaya charge untuk FBL ini tidak sebanding jika harus mengurus semuanya sendiri, termasuk membayar pegawai, menyiapkan peralatan packaging dan repot menunggu driver untuk datang dan mengantar barang, " ujar Haikal.(Van)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00