• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pariwisata & Lingkungan Hidup

Pulihkan Ekosistem, Perum Jasa Tirta I Gelar Kegiatan Susur Sungai Brantas

13 November
16:24 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Perum Jasa Tirta I sebagai BUMN pengelola sumber daya air bersama sejumlah organisasi masyarakat dan lingkungan hidup di Malang Raya melakukan kegiatan Susur Sungai Brantas sebagai salah satu upaya pemeliharan ekosistem sungai.

Kegiatan yang digelar pada 11-15 November 2019 ini, dilaksanakan secara kolaboratif oleh berbagai pihak dari lintas sektor, baik oleh instansi pemerintah yang bertanggung jawab terhadap operasional dan pemeliharaan Sungai Brantas, kebencanaan, pertahanan, maupun komunitas atau organisasi masyarakat yang selama ini telah aktif merawat sungai secara rutin.

Kegiatan bertemakan #KesadaranTerlibat #BrantasTuntas untuk Konservasi DAS Brantas pada aspek Ekologi dan Budaya ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat generasi muda agar terlibat secara aktif dalam menuntaskan permasalahan konservasi DAS Brantas. Terlibat aktif diantaranya Adventurers & Mountain Climbers (AMC), Gerakan Sapu Bersih Sampah Nyemplung Kali (SaberS Pungli), Gerakan Kesadaran Alamku Hijau, Komunitas Kali dan Budaya "Cakrawala Mandala Dwipantara (CMD)" dan Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia (MKTI) Jawa Timur. Turut pula memberikan dukungan sumber daya, yaitu Yonkes 2/YBH/2 Kostrad, Menarmed 1/PY/2 Kostrad dan BPBD se-Malang Raya. 

Direktur Utama Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan mengatakan, kegiatan susur sungai ini dilaksanakan dengan semangat merawat Sungai Brantas melalui pendekatan multi-perspektif. "Pendekatan multi-perspektif ini meliputi ekosistem, teknik, budaya, pelibatan masyarakat dan kebencanaan," kata Ratmond, Rabu (13/11/2019).

Menurutnya, salah satu tupoksi yang dimiliki perusahaan adalah memberikan informasi, rekomendasi, penyuluhan dan bimbingan dalam pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Kegiatan penyampaian informasi ini merupakan bagian kegiatan Susur Sungai Brantas 2019. "Selain untuk melihat secara langsung dan memetakan kondisi Sungai Brantas pada segmen hulu, susur sungai ini juga diharapkan dapat merawat rasa kepedulian yang telah dihimpun oleh masyarakat secara mandiri yang diwujudkan melalui aneka kegiatan konservasi, agar tetap terjaga keberlanjutannya," paparnya.

Selain menjaga ekosistem sungai, tujuan khusus yang ingin dicapai dari kegiatan Susur Sungai Brantas adalah diperolehnya informasi terkait lokasi titik rawan longsor dan potensi bencana alam lainnya. Selain itu, juga titik pencemaran seperti tumpukan sampah maupun titik pembuangan limbah cair serta fakta pemanfaatan air sungai. "Apalagi Sungai Brantas saat ini digunakan untuk berbagai keperluan seperti kegiatan domestik, industri, pertanian, wisata dan perikanan. Susur sungai juga dapat memberikan informasi lokasi dan nama sumber mata air yang ada di tepi sungai," ungkap Raymond. 

"Nantinya akan ada tim yang menggali informasi dari masyarakat setempat mengenai ritual maupun tempat penting dan bersejarah bagi peradaban di sekitar Sungai Brantas untuk diberikan penanda khusus. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan masyarakat setempat dalam pelestariannya namun dapat memberikan manfaat lain yaitu terlindunginya aspek budaya sungai," imbuhnya. 

Raymond menambahkan, Susur Sungai Brantas 2019 ini merupakan rangkaian beberapa kegiatan yang terfokus pada segmen antara Arboretum Sumber Brantas hingga Jembatan Gadang. Selain susur sungai, dilaksanakan kegiatan pengambilan foto dan video oleh drone pada 6-7 November 2019. Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Semiloka yang mempertemukan para ahli, pemangku kebijakan, pelaku usaha, media massa dan masyarakat agar kesemuanya dapat terlibat secara sadar dengan sasaran yang jelas dalam menuntaskan permasalahan konservasi DAS Brantas.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00