• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pariwisata & Lingkungan Hidup

Kementrian PUPR Siapkan Sumber Air di Ibu Kota Baru

13 November
14:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Infrastruktur pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di kawasan Kalimantan Timur kini tengah digarap Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR). Salah satunya infrastruktur untuk penyediaan sumber daya air dan energi. Bahkan, Kementrian PU telah melakukan survei di tiga calon bendungan di Kaltim.

Menteri PUPR, Basuki Hadimujono mengatakan, dari tiga bendungan yang disurvei itu, dua diantaranya merupakan bendungan besar, sedangkan satu bendungan lainnya kecil. “Yang kecil sebagai komponen perencanaan sebuah kota yang menjadi smart city, forest city, sekaligus kota metropolis. Untuk ketersediaan air kita bisa memakai intake dari sungai Mahakam sebelah timur kawasan ibukota baru yang jaraknya 60 kilometer,” kata Basuki usai menghadiri pengukuhan profesor di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya (UB) Malang, Rabu (13/11/2019).

Dalam pengukuhan profesor itu, salah satu paper dari Prof. Dr. Pitojo Tri Juwono, MT., IPU mengangkat tentang ketersediaan sumber daya air di ibu kota negara yang baru. Hasil studi itulah yang akan menjadi salah satu bahan dasar kajian penyediaan sumber daya air. “Paper Pak Pitoyo 

ini selangkah lebih maju mengantisipasi yang dibutuhkan air dan energi di IKN,” tuturnya.

Menurutnya, paper guru besar bidang manajemen dan rekayasa sumber daya air ini telah menghitung berapa kebutuhan air untuk ibu kota. “Misalnya 3 juta orang, kan harus dihitung berapa jumlah kebutuhannya, maka kami siapkan suplainya. Estimasinya ada 1,5 juta orang yang pindah ke Kaltim, terdiri dari ASN, TNI, dan Polri,” ujar Basuki.

Ia mengungkapkan, untuk ibu kota baru ini, disediakan lahan 40 ribu hektar, dengan kawasan inti untuk ibukota seluas 4 ribu hektar. “Untuk perluasannya harus dijaga betul tata ruangnya. Keberadaan bendungan ini akan ikut mengubah kondisi ekologis di sekitarnya,” tandas Basuki. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00