• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Malang News

Dampak Perubahan Iklim, Bencana Hidrometeorologi di Kota Malang Meningkat

12 November
15:49 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Dampak perubahan iklim (climate change) berpengaruh pada suhu udara, kondisi geografis, hingga bencana alam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang mencatat, dalam lima tahun terakhir terdapat kenaikan kasus kejadian bencana. 

Tahun 2016 tercatat 106 kasus kejadian, tahun 2017 sebanyak 192 kasus dan tahun 2018 naik menjadi 222 kasus. Bencana hidrometeorologi paling dominan dalam kasus tersebut. Seperti tanah longsor, genangan air, banjir, angin kencang, pohon tumbang hingga kekeringan hidologis.

Analis Bencana BPBD Kota Malang, Mahfuzi mengatakan, di era tahun 90-an, Kota Malang masih berselimutkan kabut. Udara dingin khas pegunungan masih bisa dirasakan oleh seluruh warga Malang hingga jelang siang hari. Namun kini kondisi itu telah berubah. 

"Tak hanya itu, dulu di beberapa sungai dan anak sungai yang membelah Kota Malang masih menyisakan debit air meski saat itu tengah menjalani musim kemarau. Tak ada udara panas, dan tak ada sumur warga yang mengalami kekeringan atau turunnya debit. Namun kini, kondisi justru terbalik," ungkapnya, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, sebagai negara tropis yang berdekatan langsung dengan garis equator, Indonesia hanya memiliki dua jenis musim, yakni musim hujan dan musim kemarau. Kedua musim ini datang dan pergi setiap enam bulan sekali. Namun kini terjadi pergeseran, kemarau makin panjang lebih dari 6 bulan. Sedangkan hujannya turun tak lebih dari 5 bulan saja.

"Isu besar terkait perubahan iklim bukan lagi menjadi konsumsi dunia internasional, namun sudah menjadi pembicaraan di tingkat regional hingga kota. Bahwa pentingnya adaptasi terhadap perubahan iklim sudah saatnya dilakukan," kata Mahfuzi.

Untuk itu, ddaptasi iklim sangat penting dalam upaya mengurangi risiko dan dampak perubahan iklim. Adaptasi perubahan iklim harus dilakukan secara masif dan sistematis dalam suatu ekosistem yang mana dapat dilakukan baik secara individual, kelompok hingga masyarakat dalam skala luas.

“Adaptasi itu adalah upaya kita untuk menyesuaikan diri terhadap proses perubahan iklim yang ada. Bisa dengan membatasi dampak akibat perubahan iklim, atau malah dengan memanfaatkan peluang dari perubahan iklim itu sendiri,” tandasnya. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00