• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

DikSosBud & Iptek

Iuran Naik, Dirut BPJS Kesehatan Pastikan Kualitas Layanan Meningkat

8 November
15:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Pemerintah telah resmi menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. BPJS Kesehatan pun memastikan jika layanan kesehatan akan meningkat seiring dengan kenaikan tarif yang berlaku mulai 1 Januari 2020 tersebut.

"Saya jamin kualitas pelayanan meningkat, cash in rumah sakit lebih teratur, bekerja lebih tenang, kami akan memastikan pelayanan lebih baik," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fahmi Idris di sela kunjungannya di Rumah Sakit Islam Aisyiah Kota Malang bersama Menteri Koordinator PMK Muhadjir Effendy, Jumat (8/11/2019).

Soal layanan antrean yang dinilai terlalu panjang, Fahmi menyarankan agar peserta BPJS Kesehatan memanfaatkan sistem rujukan online. "Sistem rujukan online bisa dilihat, dengan sistem itu pasien tahu jam berapa ia harus datang ke rumah sakit. Jika dikatakan antrean panjang, itu hal yang simple, karena orang datang di jam yang bersamaan," ungkapnya.

Terkait permintaan DPR agar BPJS melakukan cleansing data, Fahmi menegaskan jika pihaknya telah selesai melakukan proses itu. Cleansing data itu dilakukan agar peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) bisa tepat sasaran. "Cleansing data sudah selesai, ada 27 juta data yang di-cleansing. Hasilnya juga sudah disampaikan ke Menkes dan Mensos untuk bahan rapat," ujarnya.

Fahmi Idris mengungkapkan, di rapat gabungan dengan DPR RI Komisi IX dan XI, penolakan kenaikan iuran bagi peserta bukan penerima upah kelas 3. "Tapi ada syaratnya, mereka menolak sampai cleansing data terpenuhi, dan itu sudah kita lakukan. Kemarin juag dibicarakan cara lain, iuran tetap tetapi dibantu subsidi. Tetapi itu kan harus diputuskan di rapat tingkat menteri, kita tunggu hasil rapat koordinasinya," tandas Fahmi. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00