• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Malang News

60 Siswa dan Guru SMAN 7 Malang Terjangkit Difteri

23 October
14:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Wabah penyakit difteri kembali menjangkit warga Kota Malang. Bahkan sejumlah sekolah di kota pendidikan sempat meliburkan aktivitas belajar mengajar untuk memberikan waktu penyembuhan bagi siswa dan guru yang positif terjangkit difteri. Salah satunya di SMAN 7 Malang. Di sekolah tersebut, terdapat 60 warga yang positif terjangkit difteri, rinciannya 40 siswa dan 20 lainnya guru yang mengajar di sekolah tersebut.

Kepala Sekolah SMAN 7 Malang, Herlina Wahyuni mengungkapkan, terjangkitnya penyakit difteri di sekolahnya berawal dari temuan seorang siswa yang terkena difteri. “Begitu ada anak sakit, sekolah langsung melakukan pemeriksaan pada seluruh siswa dan guru yang belajar mengajar di kelas siswa tersebut. Hasilnya, ada dua guru dan siswa yang positif sebagai carrier difteri,” ungkap Herlina, Rabu (23/10/2019).

Begitu mengetahui wabah difteri semakin menyebar, sekolah kembali melakukan pemeriksaan bagi seluruh warga sekolah. Hasilnya, penyakit yang disebabkan bakteri Corynbacterium diphteriae ini telah menjangkit 60 warga sekolah. Hal ini pun sudah dilaporkan pihak sekolah pada Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. “Saat ini seluruh warga sekolah tanpa terkecuali harus memakai pakai masker agar tidak tertular,” katanya.

Selain menggunakan masker, pihak sekolah juga telah bekerjasama dengan puskesmas untuk melakukan upaya sosialisasi dan pemberian obat pencegahan difteri. “Karena orang tua siswa sudah gelisah. Pihak sekolah pun juga meliburkan seluruh siswa dan guru selama tiga hari akhir pekan lalu. Sedangkan siswa dan guru yang sudah positif difteri, mendapatkan waktu istirahat selama lima hari sebagai upaya pemulihan,” tutur Herlina.

Ia menambahkan, sebagai upaya pencegahan dan penyembuhan, seluruh siswa dan guru di SMAN 7 Malang akan mengikuti pemeriksaan usap atau swab pada Jumat (25/10/2019) besok. Pemeriksaan itu dilakukan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. “Selain swab, siswa dan guru juga diharuskan meminum obat setiap 6 jam sekali,” tandasnya.

Untuk diketahui, difteri ini merupakan infeksi yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta dapat memengaruhi kulit. Penyakit tersebut menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00