• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Malang News

Pancaroba, Kota Malang Siaga Bencana Kebakaran dan Angin Kencang

21 October
15:56 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Warga Kota Malang diimbau untuk mewaspadai potensi ancaman bencana yang terjadi di masa pancaroba atau peralihan musim. Bencana angin kencang dan kebakaran menjadi potensi bencana yang terjadi di wilayah Malang dan sekitarnya. Di Kota Malang, bencana kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang telah terjadi akhir pekan lalu. Sementara di Kota Batu, bencana angin kencang membuat ratusan warga terpaksa mengungsi. Bahkan seorang diantaranya meninggal dunia.

“Saudara kita di Batu,  seperti yang kita ketahui bersama sedang dirundung bencana angin ribut,  sementara kita pun belum selesai dalam memadamkan api di titik titik TPA Supit Urang Mulyorejo,  Kecamatan Sukun. Ini harus menjadi perhatian dan kewaspadaan kita bersama,” kata Walikota Malang, Sutiaji. 

Menurutnya, indikasi datangnya musim hujan mulai terlihat. Untuk itu, warga pun juga harus bersiap dengan potensi bencana yang terjadi saat musim penghujan datang. “Ini harus benar benar kita perhatikan seksama,  lebih lebih bila hujan itu disertai angin,  maka waspada harus diperhatikan,” tegasnya.

"Untuk itu, mari hidupkan kegiatan kerja bhakti dan bersih bersih,  harus digerakkan serta dilakukan secara masif di setiap wilayah kecamatan maupun kelurahan, " imbuh Pak Ji, sapaan akrab Walikota Malang. 

Terkait kepulan asap akibat kebakaran di TPA Supit Urang, Sutiaji memerintahkan Camat Sukun beserta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada warga wilayah kecamatan Sukun melalui RT/RW, terkait dengan langkah antisipasi terhadap polusi atau pun dampak kesehatan masyarakat. "Tidak perlu menunggu kejadian,  kita harus antisipatif dan pro aktif,” tandasnya. 
Terkait antisipasi dampak potensi angin kencang,  Plt. Kadisperkim Kota Malang, Hadi Santoso mengungkapkan, Tim Perkim terus melakukan monitoring dan melakukan pemotongan terhadap ranting ranting pohon yang rapuh di sejumlah titik jalan yang banyak dilalui masyarakat. "Tentu dengan keterbatasan personil,  maka sasaran dilakukan secara bertahap. Itu juga sama kita lakukan melalui satgas PUPR dalam melakukan normalisasi drainase dan saluran air yang terhambat material atau pun sampah yang menumpuk," ungkap pria yang kerap disapa Soni ini.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00