• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Pariwisata & Lingkungan Hidup

Titik Api Kembali Muncul di Gunung Semeru, Jalur Pendakian Masih Ditutup

21 October
13:08 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Kebakaran hutan di kawasan Gunung Semeru sempat berhasil dipadamkan. Namun, titik api kembali muncul di blok Po’o, Doyang dan Bantengan wilayah kerja resor Ranu Pani. Kondisi angin yang sangat kencang dan cuaca panas menjadi faktor munculnya kembali titik api di kawasan tersebut.

“Lokasi-lokasi titik api karhut sempat dipadamkan, kondisi dilapangan yang belum adanya hujan sampai dengan saat ini ditambah faktor angin yang sangat kencang serta cuaca yang sangat panas membuat titik karhut muncul di lokasi tersebut dengan area terdampak seluas 2 hektar,” kata Kasubag Pelaporan, Evaluasi dan Humas Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), Sarif Hidayat, Senin (21/10/2019).

Sementara titik-titik api kebakaran hutan yang sudah berhasil dipadamkan di wilayah Semeru dan sekitarnya berada di lokasi Gunung Kepolo, Arcopodo, Kelik, Watupecah, Waturejeng, Ayek-ayek, Pusung Gendero, Ranu Kumbolo, Pangonan Cilik, Oro-oro Ombo, Watu Tulis, Kemlamdingan Dowo, Pos 1, Sentong, Pasang Kupluk, Gunung Lanang, Bantengan,  Pasangan dan Ledok Tirem. “Hingga saat ini area terdampak seluas 115 hektar,” tuturnya.

Untuk memadamkan api di satu titik ini, tim yang bergerak berjumlah 47  orang dari Petugas TNBTS, Polsek Senduro, Koramil Senduro, BPBD Lumajang,  Masyarakat Mitra Polhut, Masyarakat Peduli Api dan Masyarakat Ranu Pani. ”Peralatan yang digunakan jetshooter, garu, sabit, parang, flame freeze, mobil DLH dan mobil pemadam kebakaran Lumajang. Jarak dari sumber air Ong sekitar 4 kilometer dari lokasi karhut,” ungkap Sarif. 

Belum padamnya kebakaran hutan di kawasan Gunung Semeru ini, membuat aktivitas pendakian pun ditutup hingga proses pemadaman tuntas. “Mengingat kondisi terjadinya kebakaran di lereng Semeru dan untuk mencegah terjadinya hal-hal yg tidak diinginkan, maka kami menutup aktivitas pendakian dari tanggal 22 September sampe dengan waktu yang belum ditentukan,” tegasnya.

Menurutnya, jenis kebakaran berupa kebakaran permukaan dengan vegetasi berupa seresah, krinyu, semak kering serta beberapa pohon jenis acasia dan cemara gunung. “Fokus pemadaman karhut adalah mendekati titik api yang terjangkau dan dimatikan dengan jetshooter, gepyok dan ranting serta membuat sekat bakar pada medan datar agar api tidak meluas, serta melakukan mop-up, yaitu pengendalian sisa api, bara dan asap sehingga dapat benar-benar padam,” pungkas Sarif. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00