• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Legal Standing Beres, KEK Singosari Kejar Target Operasional Kawasan

16 October
15:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang : PT Intelegensia Graha Tama, pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Singosari, menginvestasikan Rp 300 miliar untuk membangun infrastruktur dan utilitas dasar di kompleks kawasan tersebut. Hal itu dilakukan untuk mengejar target beroperasi pada tiga tahun ke depan.

Dirut PT Intelegensia Graha Tama David Santoso mengatakan pembangunan dimaksud seperti penambahan jalan, pembangunan sarana air bersih, broadband, dan lainnya, " Meski begitu kami sebenarnya sudah siap menerima investasi yang masuk karena izin-izinnya sudah keluar, sudah clear, baik izin di tingkat pusat maupun daerah, " katanya.(16/10/2019)

Izin dimaksud David, seperti PP No 68 tahun 2019 tentang KEK Singosari, izin-izin daerah, maupun pemberian insentif pajak untuk penghuni kawasan tersebut. Sedangkan yang sedang diupayakan adalah insentif pajak daerah yang perda-nya tengah digodok, " Lahannya sudah siap, sudah buildable lot,” ungkapnya lebih lanjut.

Dalam sembilan bulan ke depan, kata dia, juga sudah harus terbentuk kelembagaan. Ada Dewan KEK Singosari yang dipimpinan Gubernur, Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Singosari, oleh PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), PT Intelegensia Graha Tama (IGT), dan PT Cakrawala Mandala, dan administrator.

Pada tahap ini, KEK Singosari memasarkan pengembangan sektor pariwisata seperti untuk perhotelan, life style, travel, restoran, villa, dan lainnya. Pengembangan sektor pariwisata di sana juga ditautkan dengan  kawasan wisata unggulan Jatim dan nasional, yakni kawasan Bromo, Tengger, Semeru.

Lahan yang disiapkan untuk pengembangan sektor pariwisata mencapai 44,8 hektare dari total lahan seluas 120 hektare. Sisanya untuk pengembangan sektor ekonomi digital dan pariwisata, " Kami sudah menginvestasikan dana untuk KEK Singosari sebesar Rp 1 triliun, " ucap David.

Dia menargetkan paling lama dalam 5 tahun ke depan lahan seluas 44,8 hektare akan terbangun. Setelah itu perusahaan berkonsentrasi pada pengembangan lahan berikutnya. Sebagai pembangun dan pengelola KEK Singosari bersama ITDC, pihaknya juga berkomitmen untuk membangun SDM di bidang pariwisata dan ekonomi digital.

David menyebutkan bahwa pihaknya berkomunikasi dengan pengurus SMA dan SMK, perguruan-perguruan tinggi dan politeknik terkait upaya mencetak SDM yang andal di sektor tersebut, " Sebagai kawasan pariwisata berlevel internasional, maka SDM-nya pun harus berlevel internasional. Karena itulah, prodi-prodi di perguruan tinggi kurikulumnya harus berstandar internasional, juga SDM pariwisata bersertifikat Asean dan ada central excellent-nya," ujar David.

Begitu juga dengan SDM di bidang digital. Tidak bisa lagi dengan skill konvensional, melainkan harus sesuai dengan kebutuhan industri yang bertaraf internasional. SDM di bidang digital harus ditingkatkan kemampuannya agar terserap di industri digital yang akan masuk di KEK Singosari, " Kami nantinya berusaha menautkan antara perguruan-perguruan tinggi dan politkeknik-politeknik dengan industri maupun lembaga lainnya yang kompeten dalam pengembangan SDM di dua sektor, " tutup David.(Van)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00