• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Bantu Pemda, Kadin Kabupaten Malang Mulai Petakan Potensi Ekonomi Daerah

15 October
16:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang : Kamar dan Industri (Kadin) Kabupaten Malang siap membantu Pemda setempat dalam mengembangkan potensi daerah. Sejumlah potensi ekonomi akan dipetakan guna mempermudah pola pengembangan.

Ketua DPC Kadin Kabupaten Malang periode 2019 hingga 2024 Makhrus Sholeh mengatakan saat ini pihaknya tengah memetakan potensi ekonomi Kabupaten Malang. Jika sudah terpetakan, maka akan dicarikan solusi untuk pengembangannya, " Anggota kami jumlah cukup banyak dengan berbagai latar belakang, mulai dari pelaku usaha di berbagai bidang hingga praktisi perguruan tinggi. Potensi ini akan kami manfaatkan untuk mengembangkan sektor usaha potensial di Kabupaten Malang, " katanya.(15/10/2019)

" Potensi ekonomi Kabupaten Malang cukup besar, terutama pertanian. Juga ada UMKM yang berjumlah ratusan ribu pelaku UMKM. Begitu juga pariwisata, ada banyak objek wisata di Kabupaten Malang, mulai dari artifisial, alam, dan budaya. Jadi semua potensi itu ada di Kabupaten Malang, tinggal bagaimana cara pengemasannya. Potensi ekonomi tersebut, idealnya harus dioptimalkan sehingga dapat meningkatkan ekonomi daerah dan mensejahterakan masyarakat, terutama pelakunya. Namun sisi mana yang perlu dikembangkan, perlu dipetakan terlebih dulu, " urai Makhrus lebih lanjut.

Dari sisi pengembangan pasar, menurutnya, anggota Kadin bisa terlibat dalam upaya menyerap produk pertanian maupun UMKM. Setidaknya, anggota Kadin bisa memanfaatkan jejaringnya untuk dapat menyerap produk UMKM baik online maupun offline.

Namun untuk menjaga kualitas produk sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pembeli, maka perlu ada sentuhan dari sisi kualitas produk maupun kemasannya. Dalam konteks ini, maka peran dari perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga tertentu yang dapat membina petani maupun UMKM menjadi penting. Begitu juga pemda dan pemerintah.

" Kami bisa membantu memfasilitasnya karena pengurus dan anggota dekat dengan perguruan tinggi dan institusi lainnya yang bisa membantu UMKM, " ujarnya.

Salah satu institusi yang dimaksud adalah OJK dan Bank Indonesia, menurutnya keterlibatan OJK diperlukan agar petani dan UMKM dapat mengakses ke lembaga keuangan. Sementara BI dan korporasi, punya peran penting dalam pembinaan terkait dengan peningkatan produksi maupun kualitas produksi pertanian maupun kualitas produk UMKM serta aspek kemasan dan pemasarannya.

Yang juga menjadi perhatian Kadin, terkait dengan regulasi. Menurutnya, regulasi yang ada jangan sampai menghambat kegiatan usaha, " Masukan dari anggota terkait berbagai regulasi yang dapat menghambat usaha, akan disampaikan ke pemda untuk dapat diperbaiki. Hal itu diperlukan agar kegiatan usaha terus berkembang di daerah. Jika kegiatan usaha berkembang, maka otomatis daerah akan berkembang karena ada aktivitas ekonomi yang dinamis, serta masyarakatnya otomatis sejahtera, " pungkasnya.(Van)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00