• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi & Perbankan

Tren Ekspor Tumbuh Signifikan, Kopi Olahan Jatim Miliki Potensi Besar

11 October
16:00 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang : Pasar ekspor untuk komoditas kopi olahan dari Jawa Timur ke depan diyakini memiliki potensi yang lebih besar, mengingat dalam 2 tahun terakhir tren ekspornya tumbuh siginifikan.

Sekretaris Gabungan Eksportir Kopi Indonesia - Gaeki Jatim, Ichwan Nursidik, mengatakan hingga saat ini setidaknya ada empat perusahaan di Jatim yang telah masuk ke pasar ekspor untuk produk kopi olahan siap seduh, " Tahun ini yang banyak diekspor kelihatannya kopi olahan mixed 3 in 1, yang ada kopi, gula dan susu, terutama oleh merek Top Coffee dari grup Wings Food. Jadi prospek kopi olahan cukup bagus, " katanya. (11/10/2019).

Dijelaskan Ichwan, empat perusahaan yang berhasil masuk pasar ekspor itu meliputi PT Aneka Coffee Industry, PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api), PT Supresso atau PT Indraco Jaya Perkasa, dan PT Trimenggolo Dento (Kopi Glatik).

Adapun pada 2017, total ekspor kopi olahan Jatim tercatat mencapai 3,5 juta kg lebih dengan nilai US$11,3 juta. Pada 2018, volume ekspor kopi olahan Jatim pun meningkat menjadi 8,7 juta kg dengan nilai USD 19,4 juta, " Tahun ini, hingga September realisasinya mencapai 9,7 juta kg dengan nilai USD 25,5 juta, yang kebanyakan kopi 3 in 1 dan banyak dikirim ke Filipina, " jelasnya.

Dia menambahkan tren ekspor kopi olahan di tahun ini pun mengalami peningkatkan setiap bulannya. Terbanyak, pengiriman komoditas ini terjadi pada Maret dengan total volume 1,6 juta kg atau senilai USD 4,1 juta.

" Khusus April dan Agustus, tren ekspornya rendah di bawah 1 juta kg sama seperti tren bulanan pada tahun-tahun sebelumnya, yakni pada April hanya mencapai 729.486 kg setara USD 1,9 juta, dan pada Agustus hanya 433.688 kg atau senilai USD1,49 juta. Namun begitu, sampai akhir tahun ini, volume ekspor kopi olahan diyakini masih akan meningkat karena permintaan pasar luar negeri juga meningkat, " ucapnya.(Van)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00