• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Hukum & Kriminal

Praktik Aborsi, Polres Malang Kota Bekuk 5 Tersangka

14 October
15:53 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Malang Kota mengamankan lima tersangka kasus aborsi atau pembunuhan bayi. Dari lima tersangka itum dua diantaranya merupakan mahasiswi perguruan tinggi di Kota Malang. Kelima tersangka itu adalah AS (20), BHN (20), TD (22), IN (32), dan TR (48). Saat ini, mereka harus mendekam di jeruji besi tahanan Polres Makota.

Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander mengungkapkan, penangkapan tersangka ini berawal dari laporan masyarakat tentang adanya peredaran obat-obatan terlarang untuk aborsi oleh tersangka berinisial TD. "Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, tim Satreskrim berhasil mengamankan tersangka TD. Dari tersangka ini, kembangkan dan diamankan bebrapa obat-obatan yang dapat menggugurkan kandungan," kata AKBP Dony saat ditemui di Mako Polres Makota, Senin (14/10/2019).

Pada polisi, TD mengungkapkan bahwa ia dihubungi dua wanit berinisial BHN dan AS yang memesan sejumlah obat-obatan untuk kepentingan aborsi. Saat itu, tersangka AS sedang dalam kondisi hamil 7 bulan. "Kedua tersangka ini membeli 11 butir obat aborsi, dimana 2 butir dikonsumsi oleh BHN, dan sisanya dikonsumsi AS. Setelah minum 5 butir, ternyata A yang hamil 7 bulan ini tidak keguguran. Akhirnya A kembali menghubungi TD, dan disarankan minum lagi 2 butir dan 4 butir lainnya dimasukkan ke dalam kemaluan AS," papar Dony.

Setelah menuruti saran TD, tersangka AS akhirnya melahirkan bayinya di rumah kos yang terletak di kawasan Kecamatan Blimbing. Begitu lahir, bayi itu ternyata masih hidup, hingga AS akhirnya membunuh bayinya. "Setelah bayinya meninggal, AS disarankan BHN untuk menguburkan jasad bayinya di tanah perkebunan daerah Pasuruan. Kejadian ini pada bulan Maret 2019 lalu," tuturnya.

Pada 1 Oktober lalu, polisi pun mengamankan tersangka AS dan BHN. Setelah mengamankan tiga tersangka, polisi pun melakukan pengembangan dan kembali mengamanka dua orang suplier obat-obatan aborsi. Mereka berinisial  IN (32) dan TR (48). "Dari suplier besar di wilayah Kota Malang ini rata-rata pemesanan obat-obatan menggunakan media online," imbuh Kapolres.

Demi penyelidikan, kepolisian pun melakukan penggalian lahan yang merupakan tempat penguburan jasad bayi milik AS. Hasilnya, polisi menemukan tulang belulang bayi yang saat ini meninggal di usia kandungan tujuh bulan. "Jenazah bayi sudah ditemukan dan identiifikasi di RS Polri menggunakan teknik pengecekan DNA," tandasnya.

Dalam penanganan kasus ini, polisi menggunakan Undang-undang Nomor 35 tahun 2019 pasal 77 ayat 1, turunan dari UU Nomor 35 tahun 2014 jo pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 10 tahun.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00